Impian bambu Dwiki Dharmawan

Kekhawatiran Dwiki Dharmawan atas menghilangnya tradisi khas Indonesia melatarbelakangi perhelatan Festival Musik Bambu Nusantara.
Dwiki, salah satu penggagas festival, mengemukakan kecemasan itu dalam wawancaranya bersama wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan, 13 Mei lalu.
Pagelaran Festival Musik Nusantara yang ke-8 telah berlangsung di Pringsewu, Lampung, pada 15 hingga 16 Mei kemarin.
“Tradisi musik Indonesia berakar pada pertanian," kata Dwiki.
"Para petani dulu, misalnya, menggunakan instrumen bambu untuk mengusir burung dari sawah. Lalu, ada upacara-upacara adat yang berkaitan dengan pertanian pun memakai alat musik bambu.
"Tapi coba lihat sekarang, seiring modernisasi tradisi-tradisi itu mulai hilang,” jelasnya.
Kerisauan itu lantas dijawab Dwiki dan rekan-rekannya dengan menggalang festival musik bambu yang pertama kali digelar di Bandung, 2007 silam.
Kini, tatkala Festival Musik Bambu digelar kedelapan kalinya, Dwiki menghendaki acara tersebut tidak hanya menjadi ajang pelestari budaya.
“Saya ingin festival ini tetap menjadi ajang berkarya musik bambu. Tapi pada saat yang sama dapat menjadi ajang menunjukkan inovasi instrumen bambu. Sebab, bambu sangat mungkin dipadukan dengan teknologi saat ini,” ujarnya.
Dia lalu mencontohkan sejumlah inovasi instrumen bambu, semisal bambu biola dan bambu gitar. “Tahun kemarin, Barry Likumahuwa sudah memakai bambu bas dan itu sangat memukau.”
Dari jegog
Musisi kelahiran 19 Agustus 1966 itu mengaku ketertarikannya terhadap alat musik bambu berakar dari kenangan masa kecil.
Dia mengisahkan bagaimana kedua orang tuanya mengajaknya ke Bali bagian barat untuk liburan. Kala menginap pemondokan, dia mendengar bunyi yang harmonis di kejauhan.

“Seseorang di pemondokan menjelaskan kepada saya bahwa itu adalah bunyi jegog, instrumen bambu khas daerah Jembrana, Bali barat. Ketika saya beranjak dewasa, saya datang lagi ke Bali khusus mencari tahu mengenai jegog,” papar Dwiki.
Dari jegog, minat Dwiki terhadap alat musik bambu di Indonesia bertambah. Kini, dia dapat memainkan sekitar 20 instrumen bambu, termasuk angklung dan arumba.
Dwiki berharap minat dan hasrat untuk mengenal budaya sendiri dapat menular kepada masyarakat Indonesia.
Info Musika









