Mengapa komedi romantik masih direndahkan?

Sumber gambar, alamy
Sudah dua puluh tahun lalu komedi romantik (romcom) paling sukses Four Weddings and a Funeral beredar, tetapi masih banyak penikmat film yang masih merendahkan romcom.
Film tentang Charles yang sedang jatuh cinta dan teman-temannya membuat pemeran utamanya Hugh Grant dan penulis Richard Curtis menjadi diperhitungkan di dunia film.
Dunia memandang adegan pernikahan di rumah luar kota dan London selatan mewakili Inggris, lapor wartawan BBC Yameen Khan.
Pengaruhnya terhadap komedi romantik, kategori <link type="page"><caption> film</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/05/140506_hiburan_musik_film_spiderman.shtml" platform="highweb"/></link> yang tidak dianggap serius, menjadi sangat penting.
Kesuksesan Four Weddings membantu peningkatan jumlah produksi romcom.
Film bertema pria bertemu wanita dalam keadaan yang tidak biasa dan akhirnya mendapatkannya.
"Tetapi di tahun 1990-an dan 2000-an studio memproduksi begitu banyak romcom tanpa memperhatikan kualitasnya," kata Billy Mernit, pengamat cerita di Universal Pictures.
Sehingga ketika sebuah film dikelompokkan sebagai romcom, muncul sejumlah asumsi dan penilaian negatif.
"Memang terdapat stigma. Dalam beberapa tahun terakhir romcom disamakan dengan cerita ringan remaja perempuan," kata Dr Deborah Jermyn, penulis Falling in Love Again: Romantic Comedy in Contemporary Cinema.
Tetapi meskipun muncul berbagai kritik terhadap komedi romantik, genre ini tetap akan hidup.
"Setiap orang memiliki pandangan pribadinya tentang cinta, ini adalah topik yang tidak akan habis," kata Tess Morris, penulis naskah film.









