Lesu penjualan, saham Prada turun drastis

Prada

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Prada mengalami penurunan saham terbesar dalam dua tahun terakhir.

Saham peritel mewah Prada turun lebih dari 8% setelah perusahaan memperingatkan lesunya penjualan di Eropa dan Cina bisa mengurangi keuntungan perusahaan.

Ini merupakan penurunan terbesar dalam dua tahun terakhir di perusahaan Italia yang terkenal atas tas mewahnya.

Hari Rabu (02/04), Prada melaporkan keuntungan sebesar US$864 miliar atau sekitar Rp 9,78 triliun untuk tahun fiskal yang berakhir pada tanggal 31 Januari.

Penjualan barang-barang Prada di toko diprediksi akan meningkat pada "satu angka rendah" dalam tahun 2014 ini.

Perusahaan menyalahkan sebagian kerugian mereka karena fluktuasi mata uang.

"Menguatnya Euro tidak membantu dengan ekspor," kata kepala eksekutif Prada Patrizio Bertelli dalam sebuah pernyataan.

Prada yang didirikan pada tahun 1913 juga memiliki merek Miu Miu dan merek Sepatu Church's.

Peritel mewah ini mendapatkan US$2,1 miliar melalui penjualan saham publik di <link type="page"><caption> bursa saham Hong Kong</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2011/06/110617_pradashares.shtml" platform="highweb"/></link> pada 2011.

Prada hanya merupakan salah satu peritel mewah yang terpukul oleh menurunnya penjualan di Eropa dan Cina.