PM Jepang kunjungi museum Anne Frank

Shinzo Abe

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Shinzo Abe mengatakan kepada para staf museum Anne Frank bahwa dia sudah membaca bukunya.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, menyesalkan pengrusakan buku catatan harian Anne Frank yang terkait dengannya di perpustakaan Tokyo,

Abe mengungkapkan hal tersebut saat berkunjung ke museum Anne Frank di Amsterdam, Belanda, menjelang pertemuan keamanan nuklir dunia yang berlangsung di Den Haag.

Bulan Februari, ratusan buku Catatan Harian <link type="page"><caption> Anne Frank -anak perempuan Yahudi yang lari dari</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/02/140221_majalah_lain_anne_frank.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> kejaran Nazi- dan buku terkait holokos dirusak di sejumlah </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/02/140221_majalah_lain_anne_frank.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> perpustakaan di ibukota Tokyo.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/02/140221_majalah_lain_anne_frank.shtml" platform="highweb"/></link>

Kepada Direktur Museum dan para staf museum Anne Frank, Abe mengatakan ketika masih muda dia sudah membaca buku Anne Frank dan menonton filmnya.

Dia juga mengungkapkan simpatinya kepada anak perempuan yang tidak mau kehilangan harapan walau dalam situasi yang sulit.

"Abad 20 adalah abad peperangan dan masa ketika hak asasi manusia ditekan," tegas Abe, seperti dikutip kantor berita Kyodo.

"Kita ingin membuat hal seperti itu tidak akan terulang lagi di abaad 21 dan saya sepenuhnya bertanggung jawab untuk itu."

<link type="page"><caption> Kepolisian Jepang sudah menangkap seorang pria yang merusak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/03/140314_majalah_lain_anne_frank.shtml" platform="highweb"/></link> buku itu yang sudah mengaku namun tidak menjelaskan motifnya.

Anne Frank hidup bersembunyi selama dua tahun untuk menyelamatkan diri dari kejaran Nazi namun akhirnya ditemukan dan dikirim ke kamp konsentrasi sebelum meninggal dalam usia 15 tahun pada 1945.