Kampanye penghapusan label gender di buku anak-anak

Buku anak-anak

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Selama ini penerbit memberi label buku untuk anak untuk laki-laki dan perempuan.

Sebuah kampanye yang meminta penerbit untuk menghentikan pemberian abel khusus untuk anak perempuan atau laki-laki di buku, mendapatkan dukungan dari sejumlah penulis ternama dan juga toko buku Waterstones yang tersebar di Inggris dan Eropa.

Petisi online Let Books Be Books yang diluncurkan pada 5 Maret lalu, mendapatkan 3.560 tanda tangan pada Senin (17/03).

Dalam situsnya disebutkan :"Seperti memberi label mainan untuk "anak laki-laki" atau "anak perempuan" buku-buku ini juga memberikan pesan yang terbatas bagi anak-anak mengenai apa yang pantas untuk anak laki-laki atau anak perempuan.

"Sampul berwarna biru, dengan tema aksi dan petualangan, robot dan luar angkasa, truk serta bajak laut, kontras dengan warna pink, peri, putri, bunga dan kupu-kupu. Tetapi kenyataannya ketertarikan anak-anak lebih beragam, dan lebih menarik dibanding semua itu."

Dukungan penulis

Kampanye Let Books Be Books, diluncurkan pada awal bulan ini, dan didukung oleh penulis buku anak Anne Fine dan Malorie Blackman, seperti dilaporkan Tim Masters, koresponden Hiburan dan Seni, BBC New.

Buku anak-anak
Keterangan gambar, Situs petisi online menyebutkan ketertarikan anak-anak lebih beragam dan lebih menarik.

Akhir pekan lalu, koran The Independent terbitan Minggu mengumumkan tidak akan menulis resensi buku yang memilih target pasar jenis kelamin tertentu.

Penyair Carol-Ann Duffy, dan penulis buku His Dark Materials, Philip Pullman juga mendukung kampanye tersebut.

Howells mengatakan cabang-cabang toko buku Waterstones juga diminta untuk menghindari memajang buku laki-laki dan perempuan secara terpisah.

Kampanye Let Books Be Books, merupakan bagian dari Let Toys Be Toys, yang bertujuan meminta penerbit untuk menghapus label "anak laki-laki" dan "anak perempuan" dari buku dan "membiarkan anak-anak bebas memilih jenis cerita apa dan buku aktivitas apa yang mereka menarik bagi mereka".

Kampanye yang dimulai oleh orangtua ini berawal dari diskusi di situs pengasuhan anak Mumsnet.