Saran Johnson untuk cegah radikalisasi

Sumber gambar, PA
Anak-anak di keluarga Islam yang menghadapi risiko diradikalkan oleh orang tuanya sebaiknya diambil untuk dibina oleh negara, seperti disarankan Walikota London, Boris Johnson.
Dalam tulisannya di salah satu koran nasional Inggris, Daily Telegraph, Johnson mengatakan anak-anak yang mengalami radikalisasi itu merupakan korban pelecehan.
Oleh karena itu, tambahnya, mereka harus diambil dari keluarganya untuk mencegahnya menjadi berpotensi 'pembunuh atau pengebom bunuh diri'.
"Rasa ketersinggungan sudah berkembang sehubungan dengan campur tangan atas beberapa kelompok masyarakat," tulisnya.
Dia menambanhkan diperkukan penegasan yang 'lebih kuat dan jelas' dalam pemahaman atas nilai-nilai <link type="page"><caption> Inggris.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/inggris_raya/" platform="highweb"/></link>
Johnson juga memperingatkan bahwa beberapa kaum muda diajarkan 'hal yang gila' yang sama dengan pandangan yang dimiliki oleh dua <link type="page"><caption> pria yang membunuh seorang tentara </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/05/130529_update_pembunuhan_leerigby.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Inggris, Lee Rigby,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/05/130529_update_pembunuhan_leerigby.shtml" platform="highweb"/></link> di jalanan London tenggara akhir Mei lalu.
"Saya diberitahu bahwa setidaknya dalam satu kasus adik dari seorang terpidana teroris berada dalam arah menjadi radikal dan tidak jelas apakah undang-undang bisa mendukung campur tangan."
"Itu hal yang tidak bisa diterima. Undang-undang mestinya secara jelas memperlakukan radikalisasi sebagai pelecehan anak," tambahnya.
Saat ini ada, menurut Johnson, ada kecenderungan dinas sosial Inggris enggan untuk campur tangan walaupun sudah ada bukti-bukti dari kepolisian.









