Mobil listrik Nissan untuk Bhutan

Sumber gambar, AFP
Kerajaan Bhutan sudah menandatangani kesepakatan dengan industri mobil Nissan untuk memasok mobil listrik bagi pemerintah dan taksi.
Berdasarkan kesepakatan maka Nissan akan menyediakan ratusan Nissan Leaf dan mendirikan stasiun pengecasan di berbagai tempat.
Bhutan memiliki dan mengekspor energi dari pembangkit listrik air namun masih memerlukan minyak untuk kebutuhan transportasi.
Perdana Menteri Tsherung Tobgay mengatakan kesepatakan dengan Nissan ini akan membantu pemerintah untuk mencapai sasaran 'emisi nol'.
Negara kerajaan berpenduduk 720.000 orang ini dikenal dengan melakukan pengukuran 'kegembiraan nasional' dan bukan GDP seperti umumnya di negara-negara lainnya.
Namun sejak tahun 2013, PM Togbay mulai menyingkirkannya karena dianggap mengalihkan perhatian dari kemiskinan dan korupsi.
Nissan Leaf merupakan mobil listrik paling laris di dunia dengan penjualan 100.000 unit sejak akhir 2010 atau sekitar 45% dari total pangsa pasar mobil listrik.

Sumber gambar, AFP
Hingga saat ini Leaf masih belum mampu menyaingi mobil hibrida -yang menggunakan listrik dan bensin- walau tetap menjadi simbol komitmen Nissan untuk perlindungan lingkungan.
Nissan sudah mencapai kesepakatan dengan 100 negara dan kota di dunia untuk mempromosikan mobil listrik, antara lain dengan Barcelona di Spanyol dan Sao Paulo di Brasil.









