Masyarakat ramaikan festival kerajaan

Kereta-kereta kencana yang dipamerkan menjadi favorit pengunjung untuk berfoto.
Keterangan gambar, Kereta-kereta kencana yang dipamerkan menjadi favorit pengunjung untuk berfoto.

Festival Keraton dan Kerajaan Dunia di Monumen Nasional, Jakarta, ramai dikunjungi masyarakat dari Jakarta maupun kota-kota di sekitarnya.

Gelaran yang diikuti 169 keraton Nusantara dan 11 negara itu berlangsung sejak 5 Desember lalu dan puncaknya hari Minggu (08/12) ditandai dengan kirab budaya.

Festival ini meliputi sejumlah kegiatan termasuk pameran kerajaan dan benda pusaka, di antaranya 30 kereta kencana.

Beberapa pengunjung yang ditemui BBC Indonesia mengaku senang dengan acara budaya ini.

"Anak saya belum pernah lihat kereta kerajaan, tadi di sini mereka foto dengan prajurit dari Kasunanan Solo," kata Tono dari Ciledug, Tangerang.

Teriknya matahari tidak menyurutkan semangat pengunjung menikmati festival yang jarang diadakan ini.

Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Ari Budiman mengatakan, besarnya animo masyarakat juga tampak pada workshop pembuatan keris, salah satu benda warisan budaya dunia yang telah diakui UNESCO.

Jenuh dengan mal

Sedangkan Muchtar yang datang dari Depok dengan keluarganya mengatakan sengaja datang karena jenuh dengan mal.

"Ada yang lain dari sini, belajar sejarah dan kebudayaan biar anak jangan ke mal melulu, paling cuma makan sama cuci mata," kata Muchtar yang membawa istri dan dua anaknya.

Alat musik bambu Rengkong milik Kepangeranan Gebang Kinatar pimpinan Pangeran Jati Kusumo.
Keterangan gambar, Alat musik bambu Rengkong milik Kepangeranan Gebang Kinatar pimpinan Pangeran Jati Kusumo.

Meski minat masyarakat menikmati festival budaya ini tinggi, penyelenggara masih harus banyak berbenah terutama soal kebersihan dan pemberian informasi.

Pengunjung bisa melihat pameran benda-benda pusaka di museum diorama Monas dengan membayar tiket masuk Rp5.000 per orang.

Sayang, di dalam museum yang luas dan berpencahayaan minim, banyak pengunjung yang justru tidur-tiduran atau makan sehingga tampak kotor dan kumuh.

Sebagian mereka sepertinya tidak menikmati benda-benda pusaka seperti puluhan keris dari era Majapahit dan Mataram kuno.

Di pelataran Monas banyak sampah pengunjung yang membuang bungkus makanan dan minuman sembarangan.

Tidak ada copet

Papan petunjuk denah lokasi pameran dan kegiatan juga hanya tersedia satu di tengah pelataran Monas sehingga banyak pengunjung yang kebingungan.

"Mau nanya ke siapa? Petugas [Satpol PP dan Polisi] banyakan nongkrong di depan," kata Marni, pengunjung dari Tomang Jakarta Barat.

Kerajaan Inggris menampilkan replika kotak telepon umum merah dan poster Istana Buckingham.
Keterangan gambar, Kerajaan Inggris menampilkan replika kotak telepon umum merah dan poster Istana Buckingham.

Terlepas dari kekurangan-kekurangan itu, acara ini layak diapresiasi. Pengamanan ketat dilakukan oleh 3.000-an anggota Satpol PP dan kepolisian.

Kepala seksi operasi Satpol PP Jakarta Barat, Lamsar, mengatakan kepada BBC tidak ada pengunjung yang melaporkan kecopetan atau tindak kriminal lainnya.

Panitia juga memperhatikan kebutuhan pengunjung dengan menyediakan toilet portabel di dekat gerbang Monas.

Puncak acara festival yang baru pertama kali diadakan di dunia ini, ditandai kirab budaya oleh gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama.

Kehadiran mereka kemudian diikuti 30 kereta kencana dan 500 orang pasukan kerajaan serta atraksi seni budaya nusantara.