Perempuan rentan alami diskriminasi seks

Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan diskriminasi seks telah begitu meluas hingga menjadi bagian dari kehidupan gadis dan perempuan muda sehari-hari.
"Pelecehan seksual adalah hal yang lumrah, penampilan anak perempuan secara intensif diteliti dan <link type="page"><caption> kemampuan mereka direndahkan</caption><url href="www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2011/11/111103_australiamilitary.shtml" platform="highweb"/></link>," kata laporan yang dibuat oleh lembaga amal Girlguiding.
Laporan yang berjudul Kesetaraan bagi Anak Perempuan berdasarkan pada survei terhadap lebih dari 1.200 anak perempuan dan wanita muda berusia tujuh sampai 21 tahun.
Kepala eksekutif Girlguiding di Inggris, Julie Bentley, menyebutnya sebagai "alarm peringatan."
"Kita tidak bisa beranggapan bahwa hanya perempuan dewasa saja yang harus berurusan dengan seksisme," katanya.
Para remaja putri perlu diperlakukan setara dalam masyarakat agar bisa berkembang dan mencapai potensi mereka untuk menjadi pemimpin di semua lapisan masyarakat, tambah Bentley.
"Remaja putri mengatakan seksisme adalah isu prioritas bagi generasi mereka," sebanyak tiga perempat dari kelompok yang disurvei mengatakan seksisme mencakup "sebagian besar area hidup mereka," kata laporan itu.
Standar ganda
Dari perempuan usia 11 hingga 21 tahun yang disurvei, sebanyak 87% mengatakan wanita lebih dinilai <link type="page"><caption> berdasarkan penampilan daripada kemampuan mereka.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/08/120822_militer_australia.shtml" platform="highweb"/></link>
Sekitar 36% dari semua yang disurvei merasa "dibuat merasa bodoh" karena jenis kelamin mereka. Angka ini meningkat menjadi 60% pada kelompok umur 16 hingga 21 tahun.
Sedangkan 80% kelompok usia 19 hingga 21 tahun mengatakan pernah mengalami pelecehan seksual termasuk diteriaki atau disiuli, grafiti seksual dan pornografi, lelucon seksual dan ejekan serta perhatian seksual yang tidak diinginkan, menyentuh yang tidak diinginkan dan menguntit.
Tindakan ini lebih mengancam ketika mereka sedang sendirian.
Para perempuan muda ini juga merasakan adanya standar ganda yang nyata bagi perempuan dan laki-laki terkait masalah seksual dan percintaan.
Sebanyak 76% mengatakan perempuan dihakimi dengan keras bila melakukan perilaku seksual yang dipandang bisa diterima bila dilakukan oleh laki-laki.
Laporan ini juga berbicara tentang bias dalam cara penggambaran perempuan di media. Perempuan muda mengalami "tingkat belum pernah terjadi sebelumnya akan adanya pengawasan pribadi dan publik" atas bentuk tubuh mereka.









