Lagi, JAL laporkan masalah baterai Boeing

Japan Airlines (JAL) menyatakan telah menyampaikan laporan pada pabrikan pesawat Boeing bahwa kemungkinan ada masalah baru pada sistem baterai dalam pesawat 787 Dreamliner yang dioperasikannya.
Pesawat itu sedang dalam perjalanan dari Tokyo ke Finlandia saat pilot dilaporkan melihat sinyal menyala tanda kerusakan pada sistem baterai pesawat.
Sinyal ini menjadi masalah paling baru dalam <link type="page"><caption> serangkaian masalah yang dihadapi Boeing</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/06/130624_dreamliner_bermasalah_lagi.shtml" platform="highweb"/></link> akibat operasi baterai pesawat generasi terbarunya, sehingga sempat dikandangkan selama sebulan pada awal tahun ini.
Laporan kantor berita AFP menyebut JAL mengatakan piranti yang terpasang memberi tanda kepada pilot bahwa ada masalah pada baterai yang terkoneksi dengan unit sumber daya cadangan pesawat dalam penerbangan Jumat (08/11) lalu.
Sistem motor pesawat menunjukkan besaran voltase dan arus listrik tetap normal sehingga pesawat mendarat dengan selamat di Helsinki kata juru bicara JAL.
"Setelah mendarat kami ganti baterai dan charger di sumber daya cadangan, pesawatnya sekarang sudah dijalankan lagi seperti biasa," tambahnya.
JAL dan pesaing utamanya, All Nippon Airways (ANA), adalah maskapai terbesar yang mengoperasikan pesawat raksasa 787. Kedua maskapai turut kena imbas saat Boeing memerintahkan pengandangan seluruh armada Dreamliner setelah muncul masalah pada baterai lithium-ion dan bahkan sempat menyebabkan munculnya percikan api.
Boeing mengakui pada April lalu bahwa meski <link type="page"><caption> sudah dites selama berbulan-bulan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/03/130326_baterai_boeing_787.shtml" platform="highweb"/></link> masalah utama dari berbagai insiden ini tetap belum ditemukan, namun menyebut sudah dilakukan sejumlah modifikasi agar insiden tak terulang kembali.
Langkah ini antara lain dilakukan dengan mendesain ulang sistem baterai dan pengisi daya serta <link type="page"><caption> menambahkan sebentuk kotak baja</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/03/130315_iptek_boeing787.shtml" platform="highweb"/></link> untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Sejak itu, pesawat Dreamliner diberitakan beberapa kali mengalami masalah kecil seperti kerusakan di sensor tekanan udara serta sistem remnya.
Oktober lalu toilet yang tak bisa membilas menyebabkan pilot JAL membawa pesawatnya kembali ke Moskow padahal baru saja tinggal landas menuju Tokyo.









