Dugaan suap Danone di Cina diselidiki

Sebuah perusahaan makanan bayi yang dimiliki oleh raksasa makanan-minuman asal Prancis, Danone, menyelidiki dugaan suap yang dilakukan perusahaan itu kepada staf rumah sakit di Cina agar mereka menggunakan produknya.
Awak perusahaan merek susu bayi Dumex dituding membayar dokter dan perawat di kota sebelah utara Tianjin untuk menjual produk susu formula mereka.
Dumex mengatakan mereka "sangat terkejut" dengan tuduhan yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah, China Central Television, pada hari Minggu (15/09), lalu.
Laporan tersebut mengutip seorang mantan manajer penjualan Dumex yang tidak disebutkan namanya.
Cina saat ini sedang fokus menindak kasus-kasus korupsi di pasar kesehatan yang nilai keseluruhannya mencapai US$350 miliar.
Beberapa penyelidikan menargetkan perusahaan asing, termasuk raksasa farmasi <link type="page"><caption> GlaxoSmithKline asal Inggris</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130711_glaxocina.shtml" platform="highweb"/></link>.
Beijing juga telah menyelidiki dugaan monopoli harga oleh produsen susu formula asing, sehingga memaksa Nestle dan Danone <link type="page"><caption> menurunkan harga</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130704_hargasusu_china.shtml" platform="highweb"/></link> beberapa produk susu formula bayi mereka di Cina.
Permintaan untuk merek asing meningkat di China setelah <link type="page"><caption> skandal susu tercemar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/04/110402_china_dairy.shtml" platform="highweb"/></link> dalam beberapa tahun terakhir menyebabkan ketidakpercayaan konsumen setempat terhadap produsen lokal.
Menurut beberapa perkiraan merek asing sekarang menguasai sekitar setengah penjualan susu bayi di Cina.









