Kesha dilarang pentas di Malaysia

Malaysia membatalkan konser penyanyi pop asal Amerika Serikat, Kesha, di Kuala Lumpur hanya semalam sebelum dia pentas.
Rencananya Kesha akan tampil pada Sabtu 26 Oktober namun pihak berwenang <link type="page"><caption> Malaysia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/malaysia/" platform="highweb"/></link> mengatakan konser itu harus dibatalkan dengan alasan agama dan budaya.
Kementrian Komunikasi dan Multimedia tidak memberikan rincian tentang alasan agama dan budaya tersebut.
Pihak penyelenggara, Livescape, mengatakan Kesha -yang dikenal dengan lirik lagu yang agak cabul dan pakaian yang seronok- sudah menyesuaikan konsernya dengan kepekaan penonton di Malaysia.
Livescape mengatakan baru menerima pemberitahuan pembatalan konser pada malam Sabtu dan menyesalkannya, seperti dilaporkan kantor berita AP.
Mereka mengaku rugi US$350.000 lebih akibat pembatalan dan mendesak pemerintah Malaysia untuk terlibat dalam diaolog yang produktif dengan promotor musik guna mencegah terulangnya insiden serupa.
Bulan lalu, <link type="page"><caption> Malaysia juga melarang pentas band metal asal</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/09/130905_hiburan_malaysia.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Amerika Serikat, Lamb of God,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/09/130905_hiburan_malaysia.shtml" platform="highweb"/></link> karena dianggap bisa melanggar kepekaan beragama.
Rencananya Lamb of God akan tampil pada 28 September namun Kementerian Komunikasi dan Multimedia Malaysia tidak memberikan izin pentas.
Malaysia sudah berulang kali melarang penampilan pemusik asing, antara lain terhadap penyanyi AS, Erykah Badu pada tahun 2012 setelah muncul fotonya dengan tato bertuliskan Allah di tubuh bagian atas.
Enam tahun sebelumnya, penyelenggara konser Pussycat Dolls dijatuhi denda karena diputuskan melanggar undang-undang kesopanan.









