Ibu hamil mengidap flu, picu emosi bayi

Gangguan bipolar menyebabkan perubahan suasana hati secara intensif.
Keterangan gambar, Gangguan bipolar menyebabkan perubahan suasana hati secara intensif.

Flu selama kehamilan dapat meningkatkan resiko janin menderita gangguan bipolar di kemudian hari.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 814 wanita hamil dan diterbitkan di JAMA Psychiatry, menunjukkan bahwa penyakit ini meningkatkan risiko gangguan bipolar empat kali lipat.

Gangguan bipolar menyebabkan perubahan suasana hati secara intensif yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Hal ini bervariasi dari mulai depresi, putus asa hingga perasaan sangat bahagia.

Para peneliti di Columbia University Medical Center mengidentifikasikan bahwa kondisi emosi yang biasa dialami pada akhir usia remaja dan awal 20-an ini juga dialami di dalam kandungan.

Kondisi ini terjadi pada satu dari setiap 100 orang. Pemimpin riset itu, Prof Alan Brown, memperkirakan bahwa infeksi influenza selama kehamilan dapat meningkatkan potensi gangguan bipolar sebesar 3-4% terhadap si cabang bayi.

Vaksinasi musiman

Secara umum, resikonya sangat kecil dan oleh karena itu ia mengatakan bahwa para perempuan tidak usah khawatir.

Tetapi temuan ini mengingatkan pada temuan serupa mengenai keterkaitan flu dan schizophrenia.

"Kemungkinannya cukup kecil. Saya rasa tidak perlu memperingatkan para ibu," kata Prof Brown kepada BBC.

Menurutnya, vaksinasi flu musiman, yang dianjurkan bagi para perempuan hamil di banyak negara, akan memperkecil kemungkinan tertularnya flu tersebut.

Sebelumnya, penelitian sejenis menunjukkan bahwa ada hubungan antara flu dan schizophrenia.

Meski demikian, bagaimana pengaruh flu terhadap otak janin belum dapat sepenuhnya dijelaskan.

Influenza diperkirakan tidak akan menginfeksi janin secara langsung, tetapi respon kekebalan tubuh ibu terhadap virus dapat mempengaruhi terjadinya gangguan ini.

Dr Fiona Gaughran, pemimpin konsultan psikiatris di South London and Maudsley NHS Foundation Trust, mengatakan "Grup yang sangat dihormati di kalangan peneliti telah melaporkan kaitan yang serupa antara schizophrenia dan berbagai infeksi selama kehamilan."

Dia melanjutkan, "Jika nanti ada penelitian yang menegaskan hasil laporan ini, para peneliti mungkin harus mempertimbangkan vaksinasi pra-kemahilan untuk mencegah flu. Tetapi para ibu tidak pelu khawatir. Keseluruhan risiko sangat rendah."