Pabrik kimia di Cina tutup setelah ratusan anjing, babi mati

Bangkai babi
Keterangan gambar, Bangkai-bangkai babi juga ditemukan mengapung di sungai utama Shanghai bulan lalu.

Satu desa Cina menutup pabrik-pabrik kimia setelah ratusan babi dan anjing mati secara misterius dan menimbulkan kekhawatiran penduduk setempat.

Sekitar 410 babi dan 120 anjing ditemukan mati di desa Dongtun di propinsi Hunan, kata para pejabat.

Kematian itu bukan akibat epidemi atau <link type="page"><caption> virus baru flu burung H7N9.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/04/130413_flu_burung_beijing_cina.shtml" platform="highweb"/></link>

Para pejabat mengatakan mereka tengah menyelidiki pabrik-pabrik kimia di desa itu.

<link type="page"><caption> Lebih dari 16.000 babi mati</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/04/130409_china_babi.shtml" platform="highweb"/></link> dan diangkut dari sungai utama Shanghai bulan lalu.

"Bangkai binatang-binatang ditemukan di hampir setengah desa. Binatang-binatang itu mati mendadak," kata seorang penduduk, yang menyebut diri sebagai Nona Kou, kepada harian Global Times, Cina.

Polisi juga tengah menyelidiki insiden itu.

Para penduduk setempat menuding pabrik kimia yang menyebabkan kematian binatang peliharaan mereka, lapor media Cina.

Para penduduk desa mengatakan "bau menyengat" terasa Senin pagi lalu, menurut kantor berita Xinhua.

Selain bangkai babi, sekitar 1.000 unggas juga ditemukan mati di sungai Sichuan.

Virus flu burung H7N9 juga menyebabkan kekhawatiran penduduk. Virus itu sejauh ini menyebabkan 83 orang tertular, dan menewaskan 17 orang, menurut media resmi Cina Kamis (18/04).