Cina tingkatkan upaya tangkal flu burung

bird flu china
Keterangan gambar, Dinas peternakan Cina memusnahkan ribuan unggas di kawasan terpapar flu burung.

Cina meningkatkan upaya untuk menanggulangi flu burung yang telah menewaskan enam orang di negara tersebut.

Otoritas di Shanghai, tempat dimana empat korban jiwa tercatat, telah menutup tiga pasar unggas dan melarang impor semua jenis burung hidup ke dalam kota.

Cina sejauh ini telah mengidentifikasi 16 kasus domestik flu burung yang diketahui memiliki virus jenis baru H7N9.

H7N9 sebelumnya belum pernah ditemukan pada manusia.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mengatakan informasi tentang virus jenis baru ini masih terbatas, tetapi semua korban mengalami radang paru-paru parah, dengan gejala demam dan nafas pendek.

Bagaimanapun Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mengatakan belum ada bukti cukup yang menyebutkan bahwa virus ini telah menular dari manusia ke manusia.

Pemerintah Cina berjanji untuk membuka dan membagi informasi tentang virus ini, setelah sebelumnya dituduh menutupi krisis kesehatan di negara ini pada masa lalu.

Warga khawatir

bird flu
Keterangan gambar, Warga Shanghai kini takut berdekatan dengan unggas.

Kasus H7N9 pada manusia semuanya terjadi di kawasan timur Cina - Shanghai dan provinsi tetangganya Anhui dan Zhejiang.

Korban jiwa terbaru adalah seorang pria berusia 64 tahun di Zhejiang, korban kedua di provinsi ini, laporan media negara menyebutkan tidak ada tanda infeksi pada orang terdekatnya.

Pada Kamis, petugas mulai memusnahkan setidaknya 20.000 burung di Shanghai setelah virus ini terdeteksi di burung merpati yang dijual di pasar Huhuai.

Perdagangan burung hidup - praktek yang secara tradisional berlangsung di Cina - di sebuah pasar di kota Hangzhou juga langsung ditutup, setelah virus terdeteksi di burung puyuh yang dijual di sana.

"Warga khawatir,'' kata Yan Zhicheng, seorang warga Shanghai kepada kantor berita AFP.

"Warga Shanghai makan bebek dan ayam banyak sekali. Sekarang kami tidak bisa menyentuhnya.''

Seorang warga Shanghai lainnya, Shao Linxia, mengatakan dia tidak akan lagi membeli makanan dari pasar tradisional, tetapi ke supermarket besar.''

"Saya rasa tidak lagi aman untuk berkunjung ke pasar tradisional lagi,'' katanya kepada Reuters.

Otoritas di Hong Kong juga melakukan upaya pencegahan ekstra, termasuk mengetatkan pemeriksaan imigrasi, sementara negara lain di kawasan juga meningkatkan pengawasan.