Gen kanker prostat 'agresif' ditemukan

dna

Riset menunjukkan bahwa pria pengidap kanker prostat yang mewarisi mutasi gen terancam meninggal dunia.

Gen BRCA2 terkait dengan kanker payudara turunan, serta kanker prostat dan rahim.

Kini peneliti mengatakan selain cenderung rentan pada kanker prostat, pria dengan BRCA2 juga lebih cenderung terserang tumor agresif dan sangat sedikit yang bisa bertahan hidup.

Mereka mengatakan para pria ini harus mendapat perawatan segera demi menyelamatkan jiwa mereka.

Sekitar satu dari 100 pria pengidap kanker prostat akan memiliki mutasi BRCA2.

Para pria ini mungkin bisa mendapat pertolongan dari bedah atau radioterapi, bahkan jika penyakit mereka masih berada di tahap awal dan dikategorikan sebagai berisiko rendah, menurut Journal of Clinical Oncology.

Kanker prostat bisa tumbuh dengan sangat lambat atau sangat cepat, dan hal ini sangat sulit diprediksi.

Beberapa pria bisa saja hidup tanpa mengalami gejala apa pun, meski mereka sesungguhnya mengidap kanker ini.

Bagi banyak orang, perawatan segera tidak terlalu penting.

Namun para peneliti mengatakan pria dnegan BRCA2 dan kanker prostat harus diobati sedini dan seagresif mungkin karena tumor mereka kemungkinan akan menyebar.

Pasien dengan mutasi BRCA2 lebih sedikit yang bertahan hidup dan rata-rata hanya punya 6,5 tahun setelah diagnosa dibandingkan dengan pengidap kanker non BRCA2 yang bisa bertahan hingga 12,9 tahun.