Mobil 'evolusi' satu liter BBM capai 300 km

Tim Sapu Angin 7 Evolution
Keterangan gambar, Mahasiswa ITS mengerjakan kerangka mobil Sapu Angin 7 Evolution.

Tim mahasiswa Insitut Teknologi 10 November Surabaya tengah merancang mobil hemat energi dengan penggunaan bahan bakar satu liter dan sasaran jarak 300 km.

Kelompok mahasiswa yang menamakan diri Tim Sapu Angin ITS telah meraih juara mobil hemat energi untuk perkotaan ini dalam tiga tahun terakhir pada lomba Shell Eco-marathon Asia yang diikuti 1500 mahasiswa dari 18 negara.

"Saat ini kami tengah mengembangkan Sapu Angin 7 Evolution, pengembangan dari Sapu Angin sebelumnya. Target kami adalah mobil ini dapat mencapai 300 km per liter. Kami akan coba untuk meraih juara untuk keempat kalinya," kata Arif Aulia Rahman, salah seorang anggota tim.

"Fokus pengembangan mobil kami tahun ini adalah mengoptimalkan kinerja mesin, penyalur daya agar mesin dapat tersalurkan secara efisien."

"Kami juga perlu meringankan bobot kendaraan dari mobil tahun lalu serta membuat desain mobil yang lebih aerodinamis," tambah Arif.

"Dari fokus ini, kami menargetkan untuk dapat mempertahankan dan mengukuhkan rekor yang kami buat tahun lalu."

Saat ini kerangka mobil telah disiapkan dan dijadwalkan akan dapat diikutkan dalam lomba tahunan di Malaysia pada pertengahan tahun.

Dikerjakan setelah kuliah

Mobil Tim Sapu Angin
Keterangan gambar, Tiga mobil yang meraih juara dalam tiga tahun terakhir dan kerangka movil Evolution.

Tim Sapu Angin ITS mempersiapkan mobil Sapu Angin 7 Evolution dengan bahan bakar solar ini selama enam bulan.

"Kami kerjakan mobil ini dengan tekad tinggi, biasanya kami kerjakan pada malam hari setelah kuliah," kata Arif.

Witantyo, dosen pembimbing Tim Sapu Angin mengatakan di balik aktivitas pembuatan mobil ini, wawasan hemat energi juga ditanamkan pada mahasiswa.

"Ada dua hal yang penting, yang pertama isu energi, kami ingin menyadarkan masyarakat dan juga mahasiswa bahwa kita tidak boleh boros energi," kata Witantyo.

"Di sisi lain, kami ingin memotivasi mahasiswa agar proses pendidikan menjadi insinyur yang matang berjalan lebih baik," tambahnya.

Selain dari sisi hemat energi, satu hal yang juga diangkat mahasiswa adalah dari sisi keselamatan dengan penggunaan lima sabuk pengaman untuk melindungi pengemudi serta alat pemadam kebakaran.

Mobil buatan Tim Sapu Angin mahasiswa ITS ini masih jauh dari sisi komersial namun Arif mengatakan dari aktivitas ini "kami semakin terdorong untuk memberikan wawasan ke seluruh pemuda untuk menghemat energi."