Pewarna beracun ditemukan di seragam sekolah

Anak-anak Cina
Keterangan gambar, Puluhan ribu murid diperintahkan untuk tidak mengenakan seragam terkontaminasi.

Media pemerintah Cina mengatakan pihak berwenang di Shanghai sedang melakukan penyelidikan atas penggunaan pewarna berbahaya di seragam sekolah.

Zat beracun yang dipermasalahkan itu biasanya digunakan untuk memproduksi plastik, pewarna, dan obat-obatan.

Namun toksin itu, lapor wartawan BBC di Shanghai Martin Patience, dapat membahayakan kesehatan manusia apabila sampai terhirup, tertelan atau terserap ke dalam kulit.

"Pihak berwenang telah menarik semua seragam sekolah yang dibuat oleh perusahaan pakaian di Shanghai," lapor Patience.

Seragam-seragam yang diduga mengandung pewarna berbahaya itu digunakan di lebih dari 40 sekolah dan melibatkan ribuan orang siswa.

Kantor berita Xinhua melaporkan lebih dari 20.000 siswa diperintahkan untuk tidak mengenakan seragam bersangkutan karena dikhawatirkan tidak aman bagi kesehatan.

Skandal keselamatan makanan dan produk-produk lain bukan hal baru di <link type="page"> <caption> Cina</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/cina/" platform="highweb"/> </link>.

Produk luar negeri

Sebelumnya pihak berwenang Cina mengatakan terdapat sejumlah produsen obat yang mengganti minyak kedelai dengan <link type="page"> <caption> minyak daur ulang</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/09/120903_chinapharmacy.shtml" platform="highweb"/> </link> dari sampah dapur restoran.

Di Cina juga ditemukan susu formula tercemar yang sempat menggemparkan negara itu. Kasus seragam berbahaya ini diperkirakan akan menyulut kemarahan warga lebih lanjut.

Pihak berwenang mengatakan berkali-kali bahwa mereka bekerja keras untuk memperbaiki regulasi keselamatan.

"Tetapi penerapan peraturan sering kali lemah karena korupsi," kata Martin Patience.

Sebagian warga kaya di Cina hanya membeli produk makanan buatan luar negeri karena mereka tidak mempunyai kepercayaan terhadap produk dalam negeri.