Buruknya bekal makan siang siswa Inggris

Sejumlah murid sekolah Inggris hanya berbekal kentang goreng dingin dan sebungkus biskuit untuk makan siang.
Sebuah penelitian yang dilakukan lewat internet atas 250 sekolah dan petugas kesehatan yang bekerja untuk anak, memperlihatkan siswa tidak mendapat makanan cukup saat jam sekolah.
Salah satu penyebabnya adalah masalah keuangan yang dihadapi keluarga.
Yayasan amal, Children's Food Trust's, menemukan peningkatan 68,1% dalam keluarga-keluarga yang berjuang untuk menyiapkan makanan kepada anak dalam waktu dua tahun belakangan.
Ditambahkan bahwa kotak bekal makan siang murid belakangan ini semakin sedikit mengandung buah dan lebih banyak makanan 'sampah' atau makanan siap jadi yang tidak sehat.
Sementara di kalangan staf yang bekerja di sekolah, sebanyak 47% mengatakan melihat perubahan dalam kotak makan siang murid bersamaan dengan keuangan keluarga yang semakin ketat.
Dukungan untuk guru
Seorang staf mengatakan melihat 'roti yang berkualitas buruk, dan kadang hanya dilapisi dengan mentega'. Staf lain menyebutkan semakin sedikit makanan yang diproses dan lebih banyak sisa-sisa makanan serta makanan kering dari lemari penyimpan.
Pada saat bersamaan, ditemukan permen dan coklat yang lebih banyak di kotak makan siang.
Sebanyak 84,6% guru yang mengikuti survei mengatakan mereka menemukan anak-anak yang kurang makan selama berada di sekolah dan jumlah yang kurang makan itu mencapai sepertiga murid.
Children's Food Trust mengatakan situasi tersebut membuat para guru juga harus bekerja untuk melindungi murid dari dampak kekurangan gizi, yang sebenarnya bukan tugas mereka.
"Tentu saja merupakan tanggung jawab orang tua untuk menjamin anaknya cukup makan. Namun berdasarkan temuan ini dan survei lain, kenyataannya bisa menjadi sebuah perjuangan yang besar," tutur Linda Cregan dari Children's Food Trust.
"Suka atau tidak, mereka yang berada dalam pekerjaan ini berada di garis terdepan untuk membantu orang tua dalam hal ini, jadi mereka membutuhkan dukungan yang tepat."
Salah satu dukungan yang diharapkan bisa diberikan kepada guru, menurut Cregan, adalah melalui penyusunan rencana kesehatan umum yang disusun oleh pemerintah daerah.









