Galaxy mendongkrak kenaikan laba Samsung

Samsung Galaxy
Keterangan gambar, Samsung saat ini merupakan produsen telepon pintar terbesar dunia.

Samsung Electronics mengatakan laba mereka meroket 76% dalam tiga bulan terakhir 2012, yang didongkrak oleh telepon pintar Galaxy.

Pendapatan kotor mencapai rekor sebesar 7,04 triliun won (sekitar US$6,6 miliar) atau naik dari 4,01 triliun won pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Raksasa industri Korea Selatan itu mengatakan laba yang diraih telepon genggam meningkat lebih dari dua kali lipat.

Tahun lalu, Samsung menjadi produsen telepon pintar terbesar di dunia, mengalahkan Apple yang merupakan saingan utamanya.

Mereka tidak mengumumkan data tentang penjualan telepon pintarnya namun para pengamat memperkirakan jumlahnya mencapai 63 juta dalam kuartal terakhir 2012.

Berita ini muncul setelah Kamis (24/01) saham Apple turun sampai 12% di bursa Amerika Serikat karena kekhawatiran Apple kehilagan keunggulan dalam pasar telepon pintar.

Walau pendapatan Apple meningkat 18% menjadi US$54,5 miliar, namun <link type="page"> <caption> pasar kecewa dengan penjualan iPhone 5</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/01/130124_bisnis_saham_apple.shtml" platform="highweb"/> </link> yang dianggap tidak sesuai dengan harapan.

Beberapa pasar melemah

Samsung
Keterangan gambar, Samsung juga meraih laba dari penjualan layar canggih OLED.

Penjualan telepon genggam Samsung -yang diperkirakan sekitar seperempat dari total telepon genggam di dunia- menghasilkan keuntungan sebesar 5,44 triliun won, naik dari 2,56 triliun won.

Selain itu unit layar monitor Samsung juga mulai mencatat laba setelah sempat menderita kerugian tahun sebelumnya.

Penjualan layar canggih organic light-emitting diodes, OLED -yang digunakan juga di telepon Galaxy- meningkat pesat.

Bagaimanapun Samsung mengatakan persaingan di pasar telepon pintar tahun 2013 akan mengarah pada melemahnya permintaan di beberapa kawasan.

"Dalam kuartal pertama, permintaan telepon pintar di negara-negara maju diperkirakan akan menurun, sementara negara-negara berkembang akan menyaksikan pasar meningkat dengan telepon pintar yang lebih terjangkau dan hasrat akan komputer tablet sepanjang tahun," seperti tertulis dalam pernyataan keuangan Samsung.

Apple dan Samsung sama-sama menghadapi persaingan dari produsen telepon pintar yang murah di negara-negara tertentu, seperti Cina.