Belanja internet meningkat pesat di Inggris

Peningkatan belanja lewat internet telah mencegah penurunan bisnis eceran di Inggris sepanjang bulan Desember.
Total penjualan eceran -pada periode yang sering disebut masa berbelanja itu- tercatat naik 1,5% dibanding pada tahun sebelumnya dengan peningkatan jumlah toko baru mencapai 0,3%, seperti diungkapkan Konsorsium Eceran Inggris, BRC.
Namun tanpa peningkatan belanja internet untuk produk nonmakanan pada bulan Desember yang mencapai 17,8%, total penjualan menjadi tetap naik.
"Sejak awal tahun 2011, kami sebenarnya tidak menikmati peningkatan," tutur Direktur Jenderal BRC, Helen Dickinson. Mereka menyusun statistik tentang <link type="page"> <caption> bisnis</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/bisnis/" platform="highweb"/> </link> eceran ini berdasarkan laporan dari para anggotanya.
"Banyak ritail yang menanam modal untuk membuat internet lebih mudah untuk digunakan lewat berbagari peralatan dan juga adanya peningkatan dalam keamanan internet."
Bagaimanapun belanja internet masih tetap kecil dari total penjualan, yaitu hanya sedikit di atas 10%.
Realokasi penjualan
Beberapa pusat pertokoan <link type="page"> <caption> Inggris</caption> <url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/inggris_raya/" platform="highweb"/> </link> mengatakan mereka menikmati penjualan yang baik pada bulan Desember, antara lain John Lewis, Debenham, dan House of Fraser.
"Pusat pertokoan selalu menjual baik saat Natal karena mereka menjual banyak produk dalam satu atap", tutur Neil Saunders dari perusahaan konsultan bisnis eceran, Conlumino.
"Namun ini bukan pertanda bahwa pasar berkembang, hanya berupa realokasi penjualan," tambahnya.
Saunders menambahkan beberapa pusat pertokoan tidak mencatat peningkatan penjualan, seperti Marks and Spencer, maupun jaringan pasar swalayan Morrison yang mengalami penurunan pendapatan sepanjang Desember.
Adapun angka resmi pemerintah Inggris untuk penjualan eceran sepanjang Desember baru akan diumumkan pada 18 Januari.









