Dituntut karena komentar soal daya tarik para istri

Terbaru  3 Oktober 2012 - 20:27 WIB
Perempuan

Komentar Sriprakash Jaiswal dianggap menghina perempuan.

Seorang menteri di India dituntut karena mengatakan para istri kehilangan daya tarik sejalan dengan usia yang beranjak tua.

Menteri Pertambangan, Sriprakash Jaiswal, mengatakan hal tersebut dalam sebuah pertemuan penyair di Kanpur, India utara Senin (01/10).

Dalam kesempatan itu dia membuat analogi dengan olahraga cricket, yang amat populer di India, "Sebuah kemenangan tua, seperti istri yang setelah beberapa tahun kehilangan daya tariknya karena usia."

Setelah komentar itu disiarkan lewat radio dan TV, sejumlah kelompok pegiat perempuan dan partai oposisi melancarkan kecaman keras atas Jaiswal, yang berasal dari Partai Kongres yang berkuasa.

Partai oposisi utama, Bharatiya Janata, menuntut permintaan maaf atas komentar yang diskriminatif itu dan menyebut Sriprakash Jaiswal sebagai pria yang tidak peka.

Maaf tidak cukup

"Saya tidak ingin menghina perempuan. Pernyataan saya cuma canda saja."

Sriprakash Jaiswal

Sementara Ketua Komisi Nasional Perempuan, Mamta Sharma, mengecam pernyataan Jaiswal itu amat disayangkan.

"Kami akan menulis surat kepada perdana menteri. Kami menuntut permintaan maaf," kata Sharma kepada para wartawan seperti dikutip kantor berita AFP.

Sriprakash Jaiswalsudah pada hari Selasa sudah menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan bahwa dia hanya bercanda ketika mengucapkan hal tersebut.

"Saya tidak ingin menghina perempuan. Pernyataan saya cuma canda saja," tuturnya.

Namun pernyataan maaf itu rupanya tidak cukup dan sebuah perwakilan lembaga nonpemerintah sudah menyampaikan tuntutan hukum dengan menuduh Jaiswal membuat komentar cabul dan menghina.

Link terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>