WWF umumkan negara pelanggar perdagangan satwa liar

Badak

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Beberapa negara di Asia menganggap cula badak sebagai obat tradisional.

Organisasi lingkungan WWF mengatakan Vietnam, Cina, dan Thailand merupakan pelanggar terburuk dalam perdagangan gelap satwa yang terancam punah.

Dalam laporan yang mengkaji 23 negara Asia dan Afrika, WWF menyebutkan Vietnam merupakan negara tujuan utama dalam penyelundupan cula badak dari Afrika.

"Saatnya bagi Vietnam untuk menghadapi kenyataan bahwa konsumsi gelap cula badak mendorong meluasnya perburuan badak yang terancam punah di Afrika," kata Manajer Progam Spesies Global WWF, Elizabeth McLellan, kepada kantor berita AFP.

Sepanjang tahun lalu saja, tercatat 448 badak yang diburu, yang merupakan angka tertinggi sejauh ini.

Sementara tahun 2012 situasinya bisa semakin buruk karena dalam periode Januari-Juni, WWF menyebutkan sudah 262 badak yang diburu.

WWF memuji upaya Cina dengan mengatakan Cina sudah melakukan upaya untuk menghentikan perdagangan gelap cula badak namun masih belum melakukan cukup tindakan untuk gading gajah.

Bernilai miliaran dollar

Sementara di Thailand, masalah utama adalah karena undang-undang yang memungkinkan perdagangan gading untuk gajah dalam negeri.

"Ribuan gajah Afrika dibunuh pemburu setiap tahunnya untuk mendapatkan gadingnya. Cina dan Thailand merupakan negara tujuan utama untuk perdagangan gading Afrika," tulis WWF dalam pernyataannya.

Di kawasan Asia, cula badak dianggap berkhasiat sebagai obat tradisional -antara lain sebagian pihak menganggapnya bisa menyembuhkan kanker- sedangkan gading gajah dijadikan hiasan yang bergengsi.

Sebuah lembaga lingkungan yang bermakas di Washington, Brookings Institution, memperkirakan perdagangan gelap satwa liar di kawasan Asia Tenggara mencapai US$8 miliar hingga US$ 10 miliar.

Secara umum, WWF mengaku bahwa sejumlah upaya global sudah dilakukan untuk menyelamatkan harimau, setelah pertemuan puncak lingkungan di Rusia dua tahun lalu yang dihadiri para pemimpin 13 negara yang menghadapi ancaman kepunahan satwa liar.

Bagaimanapun masih dideteksi sekitar 200 lebih harimau mati setiap tahunnya di pasar gelap.