Tuna sirip biru terkena radiasi Fukushima

Sumber gambar, Monterey Bay aquarium

Tuna sirip biru Pasifik yang ditangkap di lepas pantai California diketahui terkontaminasi radioaktif dari insiden nuklir di radiator Fukushima tahun lalu.

Ikan itu diduga terkena polusi saat berenang di perairan Jepang, sebelum menyeberang ke lepas pantai Amerika.

Para ilmuan mengatakan ikan-ikan tersebut tetap aman untuk dikonsumsi.

Namun kasus itu menjadi contoh bagaimana spesis yang bermigrasi dapat membawa polusi melalui jarak yang jauh.

"ini adalah pelajaran bagi kita mengenai keterkaitan antar kawasan lingkungan, bahkan jika terpisah jarak ribuan mil sekali pun," kata Nicholas Fisher, profesor sains kelautan di Universitas Stony Brook, New York, pada BBC.

Fisher dan koleganya melaporkan studi mereka di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Mereka meneliti jaringan otot dari 15 tuna sirip biru (Thunnus orientalis) yang diambil dari perairan di San Diego pada Agustus 2011, hanya beberapa bulan setelah insiden di radiator nuklir Fukushima Daiichi.

Hewan-hewan itu kemungkinan berkembang biak di perairan Jepang dan tinggal di sana selama satu tahun sebelum berenang ke Pasifik timur untuk mencari makan.

Spesis ikonik

Semua ikan yang diteliti menunjukkan peningkatan caesium radiaktif, yaitu isotop 134 dan 137.

Caesium-137 adalah zat yang terdapat di air laut sebagai akibat uji coba senjata atom yang gagal, namun caesium-134 yang umurnya baru 2,5 tahun menunjukkan kontaminasi bisa dikaitkan secara langsung ke Fukushima. Tidak ada penjelasan lain untuk kehadiran isotop tersebut.

Konsentrasi yang terukur mencapai 10 kali jumlah total radioaktif pada spesimen tuna yang diambil sebelum insiden Fukushima.

Tim juga meneliti tuna sirip kuning yang banyak terdapat di Pasifik timur.

Tidak ada perubahan level caesium pada hewan-hewan ini baik sebelum atau sesudah Fukushima.

Riset ini diperkirakan akan mendapat perhatian luas karena tuna sirip biru adalah spesis yang ikonik dan merupakan hasil laut yang bernilai tinggi.

Namun para ilmuan mengatakan para konsumen tidak perlu khawatir mengonsumsi tuna yang ditangkap di California tahun lalu.

Mereka juga yakin penelitian harus dilakukan pada spesis-spesis bermigrasi lain yang melalui perairan Jepang.