Kim Jong-il punya sekitar 20.000 video film

Kim Jong-il

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kim Jong-il di bioskop pemerintah di Pyongyang Oktober 2009.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-il yang meninggal akhir pekan lalu menggemari film-film barat dan dia dikabarkan memiliki lebih dari 20.000 video dan DVD.

"Bioskop merupakan tempat penting dalam perkembangan seni dan kesusasteraan," kata Kim Jong-il dalam esainya tahun 1987 tentang Bioskop dan Sutradara.

Koleksi video dan DVD juga mencakup film-film monster jepang.

Dalam esainya, Kim Jong-il juga menulis komentarnya soal bioskop dan juga termasuk proses kreatif dalam pembuatan film.

Sejumlah komentarnya termasuk, "Film ini memiliki plot yang tidak rapih dan tidak dapat menarik perhatian serta emosi penonton."

Dalam komentar lain, Kim Jong-il mengatakan, "Tidak ada satu pun produksi yang bagus dari sisi ideologi dan seni bisa tercetus dari kelompok kreatif yang anggotanya tidak memiliki kesatuan ideologi."

Sutradara diculik

Kegemaran Kim untuk menikmati film terus berkembang pada film-film ekstrim.

Pada tahun 1978, jauh sebelum ia mengganti ayahnya Kim Il Sung, ia memerintahkan penculikan sutradara film Korea Selatan.

Shin San-ok diculik dalam kunjungan ke Hong Kong dan para agen menyeretnya ke dalam mobil dan membawanya ke Pyongyang.

Ia ditahan di penjara pria selama beberapa tahun dan bertahan hidup dengan makan "rumput, beras dan nasi" sebagai hukuman karena mencoba melarikan diri.

Setelah empat tahun dipenjara, ia tiba-tiba dibebaskan dan bertemu lagi dengan istrinya Choe Eun-hui dalam pesta mewah yang diselenggarakan pemerintah.

Dalam otobiografinya, Shin menulis tentang percakapannya dengan Kim Jong-il.

"Sutradara film Korea Utara hanya membuat hal yang rutin," kata Kim yang saat itu menjadi menteri kebudayaan.

"Mereka tidak punya gagasan baru," tambahnya.

"Karya mereka memiliki plot yang sama. Semua film kami diisi dengan tangisan. Saya tidak memerintahkan mereka untuk menggambarkan hal seperti itu."

Adegan cium pertama di Korut

Shin dan istrinya Choe juga diminta membuat film oleh rezim itu.

Dari tujuh film yang mereka produksi pada saat di bawah perintah Kim adalah Pulgasari, versi komunis Godzilla, dan film drama mencakup adegan cium pertama di negara itu.

Shin dan istrinya pada intinya ditempatkan sebagai tahanan rumah bila mereka tidak memproduksi film.

Namun Shin mengatakan ia dapat dengan mudah menemui Kim Jong-il.

"Ia mendengar apa kata saya karena kami berasal dari Korea Selatan," kata Shin kepada harian the Guardian pada tahun 2003.

"Walaupun kami mengkritik sesuatu, ia ingin kami jujur. Namun yang lain bisa saja dibunuh bila berkata jujur," tambahnya.

Shin dan istrinya akhirnya berhasil melarikan diri dalam kunjungan ke Wina tahun 1986, tidak lama setelah menyelesaikan film Pulgasari.

Film ini termasuk salah satu film Korea Utara yang dapat dilihat secara umum termasuk di YouTube, lengkap dengan tulisan produser eksekutif Kim Jong-il.