Aksi terakhir para matador

Sumber gambar, Reuters
Adu banteng yang terakhir di Cataluna, Spanyol, sudah berlangsung dengan tiket yang terjual habis.
Sebanyak 20.000 penonton memadati stadion Monumental yang terkenal di Barcelona untuk menyaksikan para matador top beraksi untuk terakhir kalinya.
Tahun lalu, parlemen Cataluna menyetujui larangan adu banteng -yang pertama kalinya di daratan Spanyol- menyusul petisi anti-adu banteng yang ditandatangani 180.000 orang.
Mereka berpendapat adu banteng adalah barbar namun para pendukung adu banteng bertekad untuk menentang larangan itu di pengadilan tertinggi Spanyol.
Larangan itu sebenarnya berlaku mulai tanggal 1 Januari, namun adu banteng Minggu 25 September merupakan yang terakhir dalam musim 2011 ini.
Tiga matador Spanyol yang paling terkenal tampil di stadion, termasuk matadoir legendaris Jose Tomas.
Mereka bertiga menghadapi beberapa banteng seberat 500kg dibawah teriakan 'ole' dari para penonton.
Dapat dukungan
Setelah banteng terakhir mati, para penonton mengangkat ketiga matador itu ke luar stadion yang disambut sorak-sorai para warga sekitar.
"Untuk kota seperti Barcelona, menutup arena seperti ini sama dengan membuang lukisan Picasso ke tempat sampah," tutur seorang penonton kepada kantor berita AFP.
Penjualan tiket di stadon Monumental ini terjual habis dalam waktu yang paling cepat. Di pasar para calo, harga tiket bisa sampai lima kali lebih mahal dari harga loket.
Di luar stadion sejumlah pendukung adu banteng melakukan unjuk rasa dengan membawa poster bertuliskan 'RIP' -yanga artinya meninggal dunia dengan damai- sambil meniup peluit.
Para penonton adu banteng di Barcelona sebenarnya sudah mulai berkurang dan sebenarnya itu menjadi salah satu alasan yang memudahkan parlemen untuk melarangnya, seperti dilaporkan wartawan BBC di Spanyol, Sarah Rainsford .
Pada sisi lain kesadaran akan kesejahteraan hewan semakin meningkat, ditambah dengan keginginan warga Cataluna untuk memisahkan wilayah itu dari tradisi umum di Spanyol mengingat sejarah Cataluna yang menentang pemerintahan pusat Spanyol di Madrid.
Adu banteng masih diizinkan di kawasan Spanyol lainnya, kecuali di Pulau Kanari yang memberlakukan larangan sejak tahun 1991.
Kelompok anti-adu banteng ingin memberlakukan larangan di seluruh negara namun mereka menghadapi tugas yang berat untuk kawasan-kawasan yang memiliki penggemar adu banteng yang kuat, seperti Andalusia dan Madris.
Banyak warga Spanyol yang tidak bisa menerima alasan kesejahteraan hewan dan justru berpendapat bahwa corrida -atau adu banteng- adalah peninggalan seni yang harus dilestarikan.









