Buka malam dan libur layani kasus cerai

Seorang suami bersama dua isterinya

Sumber gambar, elvis

Keterangan gambar, Seorang suami bersama dua isterinya anggota Klub Isteri Patuh di Malaysia

Sebagian besar pengadilan agama di Malaysia akan buka pada malam hari dan hari-hari libur umum dalam upaya untuk mengurangi tumpukan kasus perceraian.

Pihak berwenang di bidang agama mengungkapkan belum lama ini bahwa tingkat perceraian di kalangan Muslim mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah.

Menurut wartawan BBC di Kuala Lumpur, Jennifer Pak, seorang menteri senior menyalahkan kurangnya pemahaman agama sebagai penyebab tingkat perceraian yang tinggi itu.

Dr Mashita Ibrahim mengatakan orang Islam yang mengabaikan sholat lima kali sehari akan merasa berat untuk menunaikan kewajiban mereka sebagai suami atau isteri.

Perceraian yang demikian banyak di kalangan masyarakat Islam di Malaysia mendorong sejumlah pihak untuk membantu agar pasangan suami-isteri bisa menghidupkan dan menjaga suasana romantis di antara mereka.

Kiat khusus

Anggota Klub Isteri Patuh di Malsyaia

Sumber gambar, elvis

Keterangan gambar, Seorang isteri anggota Klub Isteri Patuh yang baru menikah membungkuk di depan suaminya

Satu kelompok perempuan Muslim mendirikan klub untuk menolong supaya para isteri bisa menjadi lebih patuh kepada suami.

Kepada para wanita diajarkan bahwa mereka harus menyambut suami mereka yang baru pulang dari tempat kerja dengan pakaian yang merangsang.

Mereka disuruh memakai parfum, bukan bedak muka.

Para pejabat di Terengganu, salah satu negara bagian yang konservatif, menyebut bahwa bau badan, gaya seks yang sama dan baju tidur yang membosankan sebagai penyebab utama perceraian di kalangan masyarakat Muslim.

Itulah sebabnya mengapa pemerintah setempat mengerahkan para konsultan kecantikan untuk memberikan kiat-kiat khusus kepada pasangan suami-isteri. Bahkan, mereka menawarkan bulan madu kedua kepada pasangan-pasangan yang dilanda masalah perkawinan.

Lembaga agama Islam berharap kebijakan ini bisa mengurangi jumlah perceraian namun mengatakan pada akhirnya terserah kepada pasangan untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.