Musisi Israel pecinta damai

- Penulis, Cordelia Hebblethwaite
- Peranan, BBC News
Idan Raichel, salah satu pemusik populer Israel, siap pentas di Suriah dan Lebanon jika diundang pemimpin kedua negara.
Saat ini sepertinya hal ini hampir tidak mungkin terjadi mengingat permusuhan Israel dengan para tetangganya di utara.
Tetapi pemusik berumur 33 tahun dari Kfar Saba dekat Tel Aviv ini memang biasa menggunakan musik untuk mendobrak perbedaan.
"Saya ingin menyaksikan untuk pertama kalinya pemusik Lebanon, Suriah, Palestina dan Iran bermain dengan seniman Israel tanpa ditakuti pemerintahan mereka," katanya kepada BBC World Service.
Pernyataan seperti ini yang membuatnya dijuluki surat kabar Inggris sebagai "seorang pria yang mendukung kesepakatan damai Timur Tengah".
Julukan tersebut terus melekat meskipun Idan Raichel sendiri sebenarnya tidak begitu suka.
"Kedengarannya terlalu berlebihan - yang penting adalah melakukan hal yang nyata, bermain musik," katanya.
Musik jalanan

Musik Proyek Idan Raichel adalah campuran berbagai musik etnik multi bahasa. Albumnya sudah terjual hampir 500 ribu buah di dunia.
Album terbarunya Within My Walls atau Di Dalam Tembokku menggunakan bahasa Yahudi, Arab Maroko, Spanyol, Creole Cape Verde dan Swahili.
Album tersebut melibatkan 85 seniman, sebagian besar warga Israel yang diantaranya berasal Yaman, Ethiopia dan bekas negara Sovyet.
"Kedengarannya seperti suara jalan Israel," katanya. "Setiap 10 dan 15 tahun terjadi imigrasi baru yang mengubah masyarakat Israel."
Setelah melakukan wajib militer dimana Idan Raichel menjadi anggota band militer, dia kemudian bekerja pada asrama anak-anak imigran, sebagian besar pemuda Yahudi Ethiopia yang baru tiba sebagai bagian dari hak untuk kembali Israel.
Proyek Idan Raichel dimulai saat dia mengumpulkan tetangga dan teman dari Yaman dan Ethiopia untuk bermain musik, memainkan doa tradisional bersama-sama.
Album pertama mereka direkam di lantai bawah tanah rumah orangtuanya.
Rambutnya yang panjang dan gimbal sejak lama, diikat anggota asal Ethiopia.
Duta besar kebudayaan

Sejak saat itu Proyek Idan Raichel pentas di Eropa, Amerika Serikat, Australia, Afrika Selatan dan Amerika Latin.
Hampir semua lagunya adalah lagu cinta. Tetapi sebagian pihak berusaha mencari sisi politik lirik lagunya. Mereka misalnya berpikir judul album Di Dalam Tembokku mengacu kepada konflik Israel-Palestina.
Idan Raichel tidak ingin dilibatkan dalam masalah ini.
"Kadang-kadang saya ingin menyatakan persetujuan atau penolakan, tetapi begitu sebuah lagu dipasarkan, barang tersebut sudah bukan milik saya lagi, setiap orang berhak mengartikan dengan caranya masing-masing," katanya.









