Paro, robot untuk terapi manula

Hewan dikenal dapat memberikan dukungan fisik dan emosional bagi manusia lanjut usia. Sekarang permintaan robot terapi yang dirancang seperti bayi anjing laut sedang meningkat.
Awal September, pakar kesejahteraan dan perawatan dari seluruh dunia menghadiri sebuah seminar soal bisnis di Jepang untuk perawatan manula. Atraksi paling menarik dari seminar itu adalah robot terapi Paro.
Robot dengan panjang 57 cm dan berat 2,7 kilogram itu dilengkapi dengan kecerdasan buatan. Paro dapat belajar banyak hal bahkan bisa mengingat namanya.
Paro diciptakan Takanori Shibata, peneliti senior di Institut Nasional Sains dan Teknologi Industri. Dia mulai mengembangkan robot terapi 17 tahun lalu. Shibata bertekad membuat robot yang terlihat banyak bergerak seperti hewan peliharaan.
Shibata tidak memilih model kucing atau anjing karena merasa kurang sreg. Dia memilih bayi anjing laut.
Dia yakin banyak orang jarang bergaul dengan anjing laut jadi tidak akan mendua terhadap perilakunya. Di tubuh Paro terdapat 12 titik sensitif sehinga dia dapat merespon.
Sebanyak 1.700 robot telah terjual. Banyak rumah sakit dan rumah jompo merekomendasikannya karena memiliki pengaruh pengobatan.





