Oetzi manusia es akan dikubur

Oetzi si manusia es mungkin dulu telah menjalani upacara pemakaman, kata arkeolog.
Manusia es yang diperkirakan berusia 5.00 tahun ditemukan di Pengununan Alpen yang masuk di wilayah Italia.
Hasil otopsi menunjukan Oetzi dibunuh, tewas karena luka akibat anak panah.
Sebuah penelitian terbaru menemukan bukti, beberapa bulan setelah kematiannya, jenazah Oetzi dibawa ke pegunungan tempat dia ditemukan kembali.
Lokasi penemuan bukan merupakan tempat kejadian pembunuhan, tetapi kuburan.
Penelitian baru, yang dipimpin oleh Professor Luca Bondioli dari Museum Sejarah dan Etnologi Nasional di Roma dan tim dari AS-Italia dipublikasikan dalam journal Antiquity.
Oetzi ditemukan di pengunungan Alpen diperbatasan Italia dan Austria tahun 1991.
Semula jenazah diduga pendaki gunung, tetapi para peneliti menemukan bukti bahwa mayat yang diawetkan itu berusia lebih dari 5.000 tahun.
Oetzi menjadi pemberitaan media, ketika hasil otopsi menunjukan dia tewas akibat anak panah yang melukai bagian bahunya.
Kematian dan pemakaman
Dalam penelitian terbaru, para peneliti membuat peta yang secara detail menunjukan tempat penemuan mayat dan artefak.
Berdasarkan perkiraan mengenai bagaimana artefak berada di lereng, mereka mengambil kesimpulan jenazah itu semula berada di bukit batu di dekatnya.
Kemudian, mereka menyebutkan lokasi itu adalah tempat pemakanan, dan bukan lokasi pembunuhan.
"Teori pemakaman" ini dapat menjelaskan fakta yang membingungkan tentang Oetzi.
Sebagai contoh, analisis memperkirakan dia tewas di musim semi karena serbuk sari tanaman yang tumbuh pada musim semi.
Professor Bondioli menjelaskan: "Oetzi pasti adalah orang yang sangat penting sehingga dibawa ke gunung untuk dimakamkan. Dia mungkin kepala suku."
Bagaimana pun, Professor Frank Ruehli dari University of Zurich, dokter yang melakukan otopsi, tidak begitu yakin dengan teori pemakaman.
Dia mengatakan :"Lengan kiri jenazah dalam posisi aneh. Ini terjadi pada saat kematiannya."
"Jika Oetzi merupakan kepala suku, mengapa anggota sukunya tidak memperbaiki lengannya ke posisi semula?" dia mengatakan kepada BBC News. "Dugaan jika yang dikuburkan bukan orang penting".
Dr Wolfgang Muller dari Royal Holloway University of London, meneliti keterkaitan antara gigi dan tulang Oetzi utuk melacak rute imigrasi yang melintasi Alpen.









