Sejarah baru perusahaan kondom Durex

Untuk pria dewasa yang berminat mencari uang tambahan di tengah situasi susah seperti sekarang ini, ada tawaran menarik tahun lalu: menjadi penguji kondom Durex.
Durex mengatakan akan membayar 5.000 orang di seluruh Inggris masing-masing £500 untuk menentukan kualitas produk-produk terbarunya.
Makan tak heran kalau tawaran yang tidak biasa ini langsung menghiasi headline halaman koran.
Untuk sebuah merek yang selama 81 tahun dikenal sebagai merek kondom paling laris di Inggris Raya, tawaran itu hanya satu dari sekian keahliannya memasarkan produknya sendiri.
Tapi kini Durex kembali jadi bahan sorotan sepenuhnya karena alasan bisnis, setelah muncul pengumuman bahwa grup yang memiliki perusahaan itu - SSL International di Inggris - sudah merelakan Durex dibeli perusahaan patungan Inggris-Belanda Reckitt Benckiser senilai £2,54 miliar.
Dengan perkiraan bahwa pemegang saham SSL akan mendukung pembelian ini, Reckitt mengatakan Durex akan menjadi tambahan pada kelompok "merek top" yang dimilikinya, termasuk diantaranya Vanish untuk penghilang noda serta Finish untuk cuci piring.
Inilah perkembangan terkini dari sejarah Durex yang penuh warna.
'Awet, terpercaya'
Awal sejarah Durex bermula dari 1915 saat Perusahaan Karet London (London Rubber Company) dibentuk untuk menjual kondom impor serta perlengkapan mencukur.
Akhirnya Inggris mulai juga produksi kondom dan merek yang dipilih adalah Durex pada tahun 1929, kependekan dari durability, reliability and excellence (awet, terpercaya dan berkualitas).

Sejak itu iklan Durex muncul dimana-mana.
Meski saat itu banyak yang menentang pengunaan kondom, kemajuan produk ini justru didukung oleh otoritas Gereja Inggris yang menyatakan tahun 1930 bahwa pengendalian kelahiran boleh dilakukan oleh pasangan menikah.
Pada salah satu titik yang menandai kecanggihan produksinya, Durex mencelupkan kondomnya dalam air untuk mengetes adanya kebocoran, dan memperbarui teknik ini dengan tes elektronik tahun 1953.
Singkat cerita pada 1969 Durex kemudian sudah memperkenalkan kondom pertama yang dibuat pas dengan anatomi penis, sementara tahun 1974 Durex membuat kondom pertama dengan tambahan pelumas.
Skandal penipuan
Namun seperti ditulis reporter BBC Will Smale, Durex dan sejumlah produsen kondom lainnya tahun 1980 mengalami masa kejayaan akibat meningkatnya kesadaran karena wabah HIV/Aids.
Ini juga menandai masa dimana untuk pertama kalinya supermarket dibolehkan menjual kondom langsung sementara mesin jual kondom otomatis mulai dipasang di toilet-toilet pub.
Dengan meroketnya angka penjualan London Rubber Company masuk ke bursa saham tahun 1985, dan mengganti namanya menjadi London International.
SSL International dibangun tahun 1999 saat London International merger dengan Seton Scholl Healthcare, pembuat produk-produk perlengkapan alas kaki merek Scholl.

Tetapi justru saat Durex kini dimahkotai sebagai merek kondom paling laku di dunia, SSL menghadapi masalah keuangan: salah satunya akibat skandal penipuan tahun 2001.
Akibatnya penyelidikan melibatkan Kantor Penyelidikan Penipuan Serius, dimana enam orang dikenai sangkaan terlibat tindak pidana.
Sangkaan itu akhirnya dicabut namun membawa korban penurunan keuntungan perusahaan dan harga sahamnya merosot ke titik terendah dalam sejarah.
'Sudah pas'
Perusahaan yang berpusat di London itu kini sudah pulih kembali, dengan angka penjualan Durex terus meningkat dimana target pasarnya sekarang adalah Cina dan negara berkembang lain.
Durex tetap kokoh menempati posisi puncak sebagai merek kondom paling terkenal dan menguasai 30% pasar kondom.
Meski demikian seluruh produksinya kini dibuat di Cina, India dan Thailand, sementara pabrik terakhirnya di Inggris berhenti memproduksi sejak 2007.
Dengan akan berpindahtangannya SSL dan Durex kepada Reckitt Benckiser, pengamat finansial Damian McNeela dari Panmure Gordon kepada BBC mengatakan kesepakatan penjualan itu "sudah pas".









