Penyakit kelamin di Cina meningkat

Cina memperingatkan tentang peningkatan penularan sifilis, yang disebutkan sebagai salah satu dari lima penyakit menular tertinggi di negara itu.
Departemen kesehatan Cina mengatakan dalam bulan Mei saja, muncul lebih dari tiga puluh ribu kasus baru sifilis dan dua korban meninggal.
Angka penularan penyakit yang tertular akibat hubungan seksual itu merupakan peningkatan 17% dibandingkan tahun lalu.
Sifilis dianggap sebagai penyakit yang berhasil diredam lima puluh tahun lalu di Cina. Para pejabat kesehatan mengatakan munculnya kembali sifilis terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan perpindahan penduduk dan menyebarnya pelacuran.
Laporan di Cina itu muncul setelah artikel di New England Journal of Medicine bulan lalu yang menyebutkan satu anak lahir dengan sifilis di Cina setiap jam karena para pria menulari istri mereka.
Sifilis adalah penyakit akibat infeksi bakteri yang dapat diatasi dengan antibiotik bila diobati dari awal. Namun bila dibiarkan, penyakit menular ini dapat menyebabkan kelumpuhan, buta dan kematian.
Namun penyebaraan sifilis di Cina ini juga diperparah karena stigma sosial sehingga penderita malu untuk berobat.
Pelacuran yang sering berkedok panti-panti pijat bertebaran di kota-kota Cina walaupun berdasarkan peraturan dianggap kegiatan ilegal.
Harian Cina menyebutkan enam juta wanita Cina diperkirakan menjajakan diri sebagai pekerja seks komersial namun perkiraan independen dua kali lipat dari jumlah itu.
New England Journal of Medicine mengatakan tidak ada negara lain selain Cina yang mencatat peningkatan tercepat penyebaran sifilis, setelah ditemukannya penisilin.









