Penguatan yuan buruk bagi Cina

- Penulis, Chris Hogg
- Peranan, Wartawan BBC di Cina
Penguatan yuan terhadap dolar dalam jangka pendek akan merusak ekonomi Cina, kata seorang pejabat senior Cina kepada BBC.
Tetapi Yi Xiaozhun, wakil menteri departemen perdagangan memperkirakan mata uang yuan akan naik dalam jangka panjang.
Dia menuduh negara-negara lain sekarang berusaha memaksakan apresiasi yuan.
Muncul spekulasi bahwa Cina sedang bersiap-siap membiarkan kenaikan yuan sebelum Presiden Hu Jintao tiba di Washington minggu depan.
Yi berbicara pada Forum Boao untuk Asia, sebuah pertemuan pejabat senior dan tokoh bisnis Asia di pulau Hainan, Cina selatan.
Departemen perdagangan Cina mempunyai hubungan erat dengan para eksportir negara itu, dan sejumlah laporan mengisyaratkan para pejabat sedang berusaha keras melakukan lobby di dalam pemerintah Cina yang mengatakan nilai yuan sekarang seharusnya meningkat.
Perdebatan yang dipolitisir
Cina mematok mata uangnya kepada dolar Amerika yang melemah pada akhir tahun 2008 ketika pengaruh krisis ekonomi dunia mulai terasa di negara itu.
Hal ini membuat eksportir Cina diuntungkan secara tidak adil sejak saat itu, kata para pengamat, karena ketika nilai yuan sepertinya rendah maka barang-barang mereka terlihat lebih murah.
Yi mengatakan krisis belum berakhir sehingga peningkatan nilai yuan sekarang dapat merusak ekonomi Cina.
Dia mengatakan masalah terbesar Cina bukan hanya masalah ekonomi.
"Sejumlah politikus dan akademisi Amerika mempolitisir masalah ini karena masalah di dalam negeri mereka," katanya.
"Mereka menyalahkan negara-negara lain termasuk Cina karena masalah yang dihadapi. Ini tidak masuk akal."
Wakil menteri perdagangan menolak melibatkan diri dalam perdebatan nilai tukar yang sepatutnya bagi yuan dan dolar.
Peningkatan impor
Yi kemudian mengatakan tingkat saat ini masuk akal dan telah menstabilkan perdagangan.
Namun komentar Yi ini tidak berarti Cina sama sekali menolak peningkatan pada jangka pendek.

Pandangan wakil menteri perdagangan Cina ini justru menunjukkan adanya ketidaksukaan terhadap langkah tersebut diantara sejumlah kelompok dalam pemerintah Cina.
Sejumlah pihak di Beijing dilaporkan sedang memperdebatkan apakah Cina perlu mengubah kebijakan.
Mempertahankan nilai yuan lewat campur tangan pasar dianggap mahal biayanya.
Dia juga mengisyaratkan Cina kemungkinan besar akan mengumumkan defisit perdagangan pada bulan Maret saat angka perdagangan bulanan diumumkan di akhir minggu.
Ini akan menjadi desifit bulanan pertama dalam lima tahun lebih.
Hal ini sebagian besar disebabkan peningkatan harga komoditi dan tingginya permintaan bahan mentah untuk menggerakkan ekonomi Cina yang sedang booming.
Pejabat Cina mengatakan defisit ini menunjukkan adanya kebijakan perdagangan "terbuka" sambil menegaskan kemungkinan hal ini tidak akan berlangsung lama karena terjadi perbaikan ekspor.









