Anjing harus diasuransikan

Anjing
Keterangan gambar, Tiap pekan seratus korban serangan anjing dirawat di RS di Inggris

Tiap pemilik anjing di Inggris akan diwajibkan mengasuransikan anjingnya terhadap ancaman binatang peliharaannya itu menyerang orang.

Ini merupakan salah satu upaya yang ditempuh pemerintah Inggris untuk mengatasi masalah berbiaknya anjing turunan berbahaya.

Polisi and dewan kota lokal juga bisa memaksa pemilik anjing memberangus anjingnya atau bahkan mengebirinya.

Menurut pemerintah aturan ini dibuat sebagai respon atas banyaknya anjing galak yang digunakan pemilknya untuk mengancam orang lain.

Tiap pekan lebih dari 100 orang dirawat di rumah sakit di Inggris akibat serangan anjing.

Juga muncul laporan yang makin bertambah terkait kasus adu anjing dan pemilikan anjing ilegal, terutama yang dilakukan oleh gang yang menggunakan anjing berbahaya sebagai simbol kebanggaan.

Pemerintah Inggris berniat mengubah Aturan Anjing Berbahaya 1991, dimana empat tipe anjing -pit bull terrier, jenis tosa Jepang, jenis dogo Argentina serta jenis fila Brasil- dilarang dipelihara.

Aturan ini dibuat dengan maksud mengubah kebijakan semula melarang keberadaan anjing turunan tersebut dari rumah warga, bukan cuma dari lokasi publik seperti yang berlaku selama ini.

'Hak dasar'

Menurut pemerintah aturan ini nanti juga akan melindungi pegawai pos, teknisi telekomunikasi serta orang-orang yang kadang harus bekerja di lahan milik pribadi orang lain.

Usulan lain adalah mewajibkan aurasni pihak ketiga pada para pemilik anjing yang menjamin adanya kompensasi terhadap korban bila anjingnya menyerang.

Menteri Dalam Negeri Alan Johnson mengatakan "Inggris adalah negara pecinta hewan, tapi warga negara punya hak dasar untuk merasa aman di jalanan dan di rumah mereka."

"Sebagian besar pemilik anjing adalah warga yang bertanggung jawab, tapi jelas ada sebagian orang yang membiakkan dan memelihara anjing hanya untuk menakuti orang, menggunakan anjingnya sebagai senjata."

"Sikap seperti inilah yang tidak bisa diterima; perilaku seperti ini harus dihentikan."