Piala Dunia 2022: Jepang unggul lebih dulu, tapi tersingkir melalui adu penalti melawan Kroasia

Sumber gambar, Reuters
Asa Jepang untuk lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2022 harus kandas saat menghadapi Kroasia, walau sempat unggul terlebih dulu.
Gol Daizen Maeda dua menit sebelum babak pertama berakhir disambut gegap gempita para pendukung 'Samurai Biru' di Stadion Al Janoub, Kota Al Wakrah, Qatar.
Namun, Kroasia menyamakan kedudukan berkat sundulan Ivan Perisic ke sudut bawah gawang Jepang pada menit ke-55.
Keadaan imbang berlanjut hingga perpanjangan waktu sehingga pemenang mesti ditentukan melalui adu penalti.
Baca juga:
Saat adu penalti, sepakan Takumi Minamino, Kaoru Mitoma, dan kapten Maya Yoshida dapat dimentahkan kiper Dominik Livakovic. Hanya tendangan Takuma Asano yang bisa menjebol gawang Kroasia.
Livakovic menjadi kiper ketiga yang membuat tiga penyelamatan dalam adu penalti di turnamen Piala Dunia. Dua kiper lainnya adalah penjaga gawang Portugal, Ricardo, saat melawan Inggris pada Piala Dunia 2006 serta sesama kiper Kroasia, Danijel Subasic, ketika menghadapi Denmark empat tahun lalu.

Sumber gambar, Reuters
Menanggapi hasil ini, Hajime Moriyasu, pelatih kepala timnas Jepang, berkomentar:
"Kami tidak bisa menembus babak 16 besar dan tidak bisa melihat pemandangan baru. Kami menang melawan Jerman dan Spanyol yang pernah menjadi juara dunia.
"Para pemain menunjukkan era baru sepak bola Jepang dan mereka harus menggunakan perasaan ini supaya kesal dan semakin berupaya menang lain kali."

Sumber gambar, Reuters
Di kubu Kroasia, pelatih kepala Zlatko Dalic berkata:
"Kami menjalani pertandingan yang sulit melawan kubu yang punya pendekatan penuh semangat, agresif, dan luar biasa tangguh.
"Kami tidak bisa dominan dan menciptakan serangan balik di babak pertama. Kami stabil di babak kedua dan menunjukkan kekuatan karakter.
"Kami rajin, bekerja keras, dan memperjuangkan apa yang kami inginkan, terutama generasi ini yang pantang menyerah.
"Mereka mencerminkan semangat rakyat kami. Kami telah melalui begitu banyak rasa sakit sehingga tim nasional menjadi kebanggaan bagi semua orang. Kami memberi mereka keyakinan akan hari esok yang lebih baik."

Sumber gambar, Getty Images
Soal tiga penyelamatan kiper Dominik Livakovic, Dalic berkomentar: "Pada hari Minggu kami berlatih penalti dalam latihan dan dia melakukan beberapa penyelamatan penting. Saya percaya padanya, dia membuat saya percaya diri."
Kroasia akan menghadapi tim yang difavoritkan, yaitu juara lima kali Brasil, yang menghancurkan Korea Selatan 4-1.
'Bertarung seperti samurai'

Sumber gambar, Getty Images
Sebelum laga melawan Kroasia berlangsung, pemain bertahan Jepang, Yuto Nagatomo, menegaskan rekan-rekannya harus "bertarung seperti Samurai".
'Samurai Biru'—julukan timnas Jepang—membuat kejutan dengan menumbangkan Spanyol dan Jerman sehingga mampu memuncaki Grup E sekaligus mencapai babak 16 besar untuk keempat kalinya.
Kroasia, runner-up pada Piala Dunia 2018, bakal menghalangi tekad Jepang untuk mencapai perempat final Piala Dunia pertamanya.
Nagatomo mengatakan bahwa "syarat pertama adalah memiliki keberanian" di Stadion Al Janoub di Qatar.
"Sebelum mereka berperang, mereka (Samurai) memoles senjata mereka dan mencoba meningkatkan teknik mereka," ujarnya.
"Tapi jika mereka gentar selama pertempuran, mereka tidak akan bisa menggunakan senjata dan teknik itu sepenuhnya.
"Persis sama dengan sepak bola. Tentu saja taktik dan teknik itu penting, tetapi tidak peduli seberapa banyak kami telah meningkatkannya, jika kami gentar saat berada di lapangan, hal-hal itu tidak berguna,"tutur Nagatomo.
Kroasia gagal mencetak gol ketika melawan Maroko dan Belgia, tetapi kemenangan 4-1 atas Kanada memastikan mereka lolos sebagai runner-up Grup F.
Manajer Zlatko Dalic mengomentari kemenangan Jepang yang menakjubkan atas Spanyol: "Ketika Spanyol mencetak gol pembuka, saya pikir Jepang sudah selesai, tetapi mereka tidak pernah menyerah dan pantas mendapatkan kemenangan mereka.
"Fakta bahwa Jerman, Belgia, dan Denmark semuanya tersingkir menggambarkan betapa kuatnya tim lain di Piala Dunia ini.
"Di masa lalu, saya mungkin memilih Jepang sebagai lawan yang ingin kami lawan, tetapi mereka telah mengalahkan Jerman dan Spanyol. Ini tentu bukan pertandingan yang mudah bagi kami."
Prediksi pengamat sepak bola BBC Sport, Chris Sutton
Tidak ada yang memperkirakan Jepang akan tersingkir dari grup atau Jerman akan tersingkir - tidak ada selain saya.
Saya rasa 'Samurai Biru belum selesai di turnamen ini. Saya bisa melihat pertandingan ini akan berjalan imbang dan berlanjut ke perpanjangan waktu sebelum mereka memenangkannya.
Saya mungkin sedikit terlalu romantis, karena Kroasia memiliki beberapa pemain cerdik dan fantastis.
Jepang mungkin tim yang lebih baik dari yang mereka kira, dengan pemain teknis yang mereka miliki. Saat ini mereka bermain dengan tambalan tetapi itu mungkin masih cukup.
Prediksi Sutton: 1-1 setelah 90 menit. Jepang menang 2-1 setelah perpanjangan waktu.

Sumber gambar, Getty Images
Fakta-fakta pertandingan
- Ini akan menjadi pertemuan Piala Dunia ketiga antara kedua kubu. Kroasia menang 1-0 pada 1998 dan bermain imbang 0-0 pada 2006, keduanya di babak penyisihan grup.
- Jepang tersingkir di babak 16 besar oleh Turki pada Piala Dunia 2002, oleh Paraguay pada Piala Dunia 2010, dan oleh Belgia pada Piala Dunia 2018. Satu-satunya negara Asia yang mencapai perempat final Piala Dunia adalah Korea Utara pada Piala Dunia 1966 dan Korea Selatan pada Piala Dunia 2002.
- Kroasia hanya kalah dua kali dari delapan pertandingan sistem gugur Piala Dunia. Mereka melaju dari dua hasil imbang berkat adu penalti - keduanya pada Piala Dunia 2018.
- Jepang rata-rata hanya 32% menguasai bola sepanjang tiga pertandingan grup mereka. Dua kemenangan mereka atas Spanyol dan Jerman masing-masing melalui penguasaan bola sebanyak 18% dan 26%.












