Perempuan Inggris kecewa baru dapat dapat bantuan disabilitas tiga bulan setelah amputasi kaki dan tangan

Sumber gambar, Hannah Coster
Seorang perempuan Inggris yang keempat bagian tubuhnya diamputasi mengatakan "tidak masuk akal" dirinya harus menunggu tiga bulan sebelum mendapat bantuan sosial disabilitas dari pemerintah.
Caroline Coster, 58, terjangkit virus corona pada Maret. Kedua kaki dan tangannya harus diamputasi setelah menderita sepsis.
Ia bertanya apakah ia dibuat menunggu untuk mendapat bantuan Pembayaran Independensi Pribadi (PIP), bantuan uang tunai bagi orang dengan disabilitas di Inggris, lantaran pemerintah ingin melihat "apakah tangan dan kaki saya tumbuh kembali."
Juru bicara pemerintah mengatakan klaim PIP dapat dibayarkan dengan segera setelah seseorang perlu secara "mendesak atau kebutuhannya berubah."
Setelah sembuh dari Covid-19, Coster, warga Bedford, Inggris, terjangkit sepsis, reaksi ekstrem tubuh atas infeksi yang menyebabkan organ-organ vital mati.
Ia hampir menghembuskan napas terakhir dua kali saat sedang koma medis di Rumah Sakit Bedford.
Ibu dua anak tersebut pulih, namun kedua tangan dan kakinya telah kehilangan darah dan harus diamputasi.
Sejak saat itu, Coster mengikuti rehabilitasi sambil mendaftar untuk PIP, sebuah bantuan untuk orang dengan disabilitas jangka panjang agar bisa membayar pengeluaran tambahan.

Sumber gambar, Hannah Coster
Ia menjadi khawatir setelah ia membaca syarat-syarat penerima bantuan di situs Departemen Kerja dan Pensiun Inggris (DWP).
Salah satunya adalah penerima harus "memiliki kondisi kesehatan atau disabilitas di mana mereka telah mengalami kesulitan dalam hidup sehari-hari atau bertahan (atau keduanya) selama tiga bulan."
"Bagi saya itu sangat tidak masuk akal," katanya. "Jelas saya akan membutuhkan beberapa bantuan."
Coster mengatakan ia cemas penundaan ini akan membuatnya tidak dapat melamar untuk meminta penyesuaian bagi rumahnya.
Ia khawatir "terjebak dengan kursi roda manual" sembari menunggu modifikasi esensial seperti lift kursi untuk tangga dan jalur landai yang memungkinkannya keluar masuk rumah.
"Sampai kami punya jalur landai, saya bahkan tidak akan bisa membawa anjing saya jalan-jalan," ujarnya.

Sumber gambar, Hannah Coster
Ia juga perlu memodifikasi kamar mandinya agar bisa mandi, menggunakan toilet, dan mencuci tangan.
"Suami saya harus menjadi perawat," katanya. "Saya tidak mau itu. Saya ingin independen."
Coster mengatakan ia berulang kali "bermimpi buruk bahwa pemerintah akan mengatakan saya bisa bekerja."
DWP mengatakan, "Setiap orang bisa meminta klaim PIP setelah seseorang butuh dengan mendesak atau kebutuhannya berubah, dan jika sukses klaim akan dibayarkan."
Mereka mengatakan, meski orang dapat meminta klaim dengan segera, calon penerima harus memenuhi jangka waktu kesulitan selama tiga bulan sebelum menerima manfaat.










