Kebakaran di Taman Nasional Gunung Rinjani dan Pulau Komodo tidak berdampak pada satwa

Gunung Rinjani

Sumber gambar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani

Keterangan gambar, Belum diketahui penyebab kebakaran di area sekitar 20 hektar di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.
    • Penulis, Liston P Siregar
    • Peranan, BBC News Indonesia

Memasuki musim kemarau, sejumlah kawasan di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat menjadi rawan kebakaran, khususnya padang rumput yang penuh dengan ilalang.

Dan sebagian kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat sudah terbakar pada Minggu (17/06) namun sudah berhasil dipadamkan begitu juga dengan kebakaran di Pulau Komodo, sehari kemudian.

Kebakaran terjadi di sekitar jalan masuk pendakian Sajang di atas areal seluas sekita 20 hektar, yang dipadamkan oleh para petugas taman nasional dengan bantuan polisi, TNI, dan juga masyarakat sekitar.

Rinjani

Sumber gambar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani

Keterangan gambar, Polisi, TNI, dan masyarakat ikut membantu upaya pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Rinjani.

"Sudah bisa diatasi dan langkah kami selanjutnya mehghimbau para pelaku wisata, pengunjung maupun guide porter, supaya lebih berhati-hati pada pemakaian api," jelas Sudiyono, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

Namun ditegaskannya bahwa pemicu kebakaran masih diselidiki dan tidak bisa disimpulkan disebabkan api yang memang dibawa oleh para warga yang berwisata ke Gunung Rinjani.

"Memang di sana mulai musim kemarau sehingga gesekan sedikit di ilalang kering sudah bisa menjadi pemicu kebakaran," tambah Sudiyono.

Gunung Rinjani

Sumber gambar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani

Keterangan gambar, Pos 2 Sembalun untuk pendakian Gunung Rinjani yang juga mengering dalam musim kemarau karena hujan belum turun pada Selasa (19/06).

Bagaimanapun kegiatan wisata ke kawasan Gunung Rinjani tidak sampai ditutup karena pada musim liburan seusai lebaran masih ramai, dengan sekitar 2.000 pengunjung lokal pada Senin (18/06).

"Ini masih liburan lebaran dan setiap tahun sehabis lebaran masyarakat lokal berbondong-bondong berwisata ke Gunung Rinjani, jadi kalau ditutup bisa berpengaruh kurang bagus pada sosial ekonomi setempat," tambah Sudiyono.

Sementara musim kemarau masih akan berlangsung hingga sekitar bulan Oktober nanti dan tak banyak yang bisa dilakukan selain menyiagakan para petugas untuk bisa bereaksi secepat mungkin.

Sejauh ini tidak ada laporan satwa liar di kawasan Gunung Rinjani yang terkena dampak kebakaran karena, tambah Sudiyono, satwa-satwa besar biasanya bisa menyelamatkan diri dari kebakaran, yang memang belum terjadi secara meluas.

Komodo

Sumber gambar, Balai Taman Nasional Komodo

Keterangan gambar, Kebakaran juga terjadi di Taman Nasional Komodo di awal musim kemarau tahun ini.

Kebakaran di lahan seluas sekitar lima hektar di Pulau Komodo, juga tidak berdampak pada satwa di pulau tersebut, baik komodo maupun rusa, tegas Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Budhy Kurniawan.

"Ini lebih padang savana, yang memang tempat merumput satwa seperti rusa untuk tempat makanan, tapi bukan habitat untuk berlindung. Jadi tidak ada satwa yang terdampak di situ."

Komodo

Sumber gambar, Balai Taman Nasional Komodo

Keterangan gambar, Lahan yang terbakar di Pulau Komodo bukan tempat berlindung satwa, baik itu komodo maupun rusa.

Juga tidak bisa dipastikan bahwa penyebabnya adalah kegiatan manusia walau kemungkinan itu tidak tertutup, "Kami masih melakukan penyelidikan. Cuaca juga berpengaruh dan bisa juga dari aktivitas manusia, salah satunya nelayan yang berteduh di pantai karena lokasinya memang mengarah ke pantai."

Kebakaran di Pulau Komodo ini diketahui setelah ada laporan dari masyarakat yang menemukan titik api pada Senin (18/06) malam namun memasuki siang hari sudah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas taman nasional, warga sekitar, dan para sukarelawan dari Masyarkat Peduli Api Komodo.