Sekoper penuh 'harta karun' fotografi yang tertimbun 30 tahun di atas loteng

Buskers in London, 1952

Sumber gambar, John Turner

    • Penulis, Phil Coomes
    • Peranan, Picture editor

Tidak sering kita mendapat kiriman gambar-gambar yang membuat kita terkesima, terlebih yang diambil puluhan tahun lalu.

Namun kali ini itulah yang terjadi: gambar-gambar hitam dan putih yang indah dan begitu lama tersembunyi, tertimbun di sebuah loteng yang menunggu untuk dibawa keluar dan dinikmati.

Foto-foto ini diambil oleh John Turner, seorang manajer properti yang dulu bekerja di pusat kota London, yang baru-baru ini foto-foto karyanya ditemukan oleh putrinya, Liz dan suaminya, Martin Carroll.

Setelah John Turner meninggal dunia pada 1987, jandanya, Betty, memberikan sebuah koper kepada suami istri itu.

Di dalam koper itulah, sekilas tampak foto-foto keluarga dan foto-foto lain yang diabadikan John Turner untuk klub fotogtrafinya. Semua karyanya didalam koper itu disimpan begitu saja di loteng selama 30 tahun.

Suitcase of photographs taken by John Turner

Market trader, Berwick Street Market, Soho, London, 1957

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Suasana di sebuah pasar di Berwick Street Market, Soho, London, 1957

Man looking at ladies underwear in shop window, Bond Street, London, 1960

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Bond Street, London, 1960

"Setelah bersih-bersih pada tahun lalu, saya lalu menelusuri laci-laci untuk menyelamatkan foto-foto keluarga yang layak disimpan," kata Martin Carroll yang pernah bekerja sebagai fotografer industri komersial.

"Betapa terkejutnya saya atas apa yang saya temukan, atas lembar-lembar foto yang kemudian saya lihat satu demi satu."

Foto-foto itu diyakini diambil ketika Turner bekerja sebagai manajer properti, di sela-sela perjalanannya dari satu lokasi ke lokasi lain.

Martin dan Liz tidak yakin apakah ayahnya pernah menunjukkan karya-karya itu kepada orang lain- tetapi setelah dikeluarkan dari loteng, pasti banyak yang ingin melihatnya.

Woman glancing at Scottish gentleman, London 1956

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Dua orang warga London, 1956
Circus in town, London 1937

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Rombongan sirkus tiba, London, 1937
Figures in a tunnel, East End of London, 1949

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, East End, London, 1949

Mereka merasa foto-foto itu benar-benar layak untuk diketahui umum agar John dihargai sebagaimana seharusnya seorang fotografer berbakat. Mereka juga berharap untuk menyelenggarkaan pameran karyanya suatu waktu.

"Kami harus menambahkan bahwa, setelah melihat semua negatif, dia tampaknya hanya mengambil satu jepretan saja untuk setiap subyek," kata Martin.

Martin telah memindai negatif-negatif asli karena ternyata banyak yang tidak dicetak, hanya dibuat cetakan kontak, yang memberikan gambaran selintas tentang karya-karya John Turner.

Haberdashers, Canning Town, London 1938

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Haberdasher's, Canning Town, London, 1938
Hardware shop, 1957

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Hardware shop, 1957
A market in London's East End, 1940

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Sebuah pasar jalanan di East End, London, 1940
Margate, 1938

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, A trip to the seaside, Margate, 1938
Cup final day. London, 1936

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Suasana jelang final Piala FA 1936, saat klub London, Arsenal, menghadapi Sheffield United.
Newspaper seller on Horseguards Avenue, London, 1937

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Penjual surat kabar di Horse Guards Avenue, London, 1937
Market ladies sort the clothes in London's East End

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Memilih baju bekas di East End, London.
Crushed car, Howland Street, London, 1958

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Kendaraan roda empat yang rusak berat akibat kecelakaan, Howland Street, London, 1958

Turner berkarya dengan berbagai format, dari 35mm hingga rol film 6cmx9cm, sering menggunakan kamera lipat, serta Leica dan Rollei.

Putrinya Liz merasa mereka telah mendapat gambaran John Turner yang sebenarnya.

"Foto-foto ini adalah siapa ayah saya sebenarnya," katanya. "Foto-foto itu menunjukkan bakat seninya yang tersembunyi."

Liz mengatakan kepada saya bahwa sebagai anak muda pada 1930-an ayahnya tinggal di jantung kota London, Carnaby Street, dan menjalani "hidup bohemian". Dia biasanya mengenakan kemeja biru gelap dan dasi kuning ke Paris dengan kereta perahu, Golden Arrow.

Woman collecting for the PDSA charity, Regent St, London 1955

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Penjual dan calon pembeli, Regent Street, London, 1955
Newspaper seller on Regent Street, London, 1965

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Penjual surat kabar di Regent Street, London, 1965
Policemen seen from above on Charlotte Street, London 1934

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Dua anggota polisi dan seorang warga di Charlotte Street, London, 1934

Setelah menikah, ia mengambil pekerjaan tetap dan seperti yang dikatakan Liz, mengenakan "topi bowler".

Dia selalu menenteng kamera di tangan, tetapi Liz mengira ia mengambil foto-foto untuk klub fotografi lokal di Bromley, yang merupakan hal biasa untuk periode itu.

Gambar-gambar karya Turner menyajikan kilasan perjalanan indah ke London masa pra-perang London, dan jauh sebelumnya. Kemampuannya untuk menangkap momen jitu tidak tertandingi, seperti yang ditunjukkan dalam gambar-gambar di sini.

Policeman on traffic duty, London, 1937

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Polisi lalu lintas di salah-satu sudut London, 1937
Two women enjoying a picnic amid newspapers on the ground, Royal Wedding

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Dua perempuan menikmati suasana piknik di antara potongan korab di jalanan, 6 May 1960, ketika putri Margaret menikah dengan fotografer Antony Armstrong-Jones.
Working men gather outside a public house in Canning Town, London, 1935

Sumber gambar, John Turner

Keterangan gambar, Para pria menikmati sebuah siang di Canning Town, London, 1935

Putrinya, Liz, menduga-duga mengapa ayahnya jadi begitu.

"Di dalam barang miliknya ketika dia meninggal, ditemukan katalog untuk pameran surealis pertama di London, selama tahun 1920-an," katanya.

"Bisa jadi, melihat hal itu membuat matanya terdorong untuk menyimak dan menangkap hal-hal yang unik?"