Kisah cinta di tengah pengeboman Ghouta Timur

Sumber gambar, Dima Nachawi
- Penulis, Amelia Butterly
- Peranan, 100 Women*
Teman-teman yang duduk di sekitar Pohon Natal, dua kekasih yang ngobrol lewat telepon, dan seorang pria memperbaiki sambungan internet.
Sepintas, gambar-gambar Dima Nachawi itu memperlihatkan orang-orang yang bisa berada di bagian dunia mana pun, namun gambar selebihnya mengungkap cerita yang sama sekali berbeda: tentang serangan udara, luka, dan kematian.
Ilustrasi karyanya mencerminkan bagaimana kehidupan -dan cinta- yang nyata di Ghouta Timur, yang sedang dilanda perang dan digambarkan sebagai 'neraka di dunia' oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres.
"Mereka (penduduk Ghouta Timur) tetap hidup dalam kehidupan sehari-harinya, tetap jatuh cinta dan berupaya melindungi yang dikasihinya," tutur Dima.

Sumber gambar, Dima Nachawi
Dima tumbuh berkembang di Suriah namun meninggalkan negara itu beberapa tahun lalu dan sekarang tinggal di Beirut dengan karier sebagai seniman.
Dia sudah terlibat dalam beberapa proyek kreatif tentang situasi di Suriah.
Karyanya yang berjudul 'Love is...' atau 'Cinta adalah... ' yang diterbitkan di media sosial memperlihatkan orang-orang yang memang nyata dan dampak dari konflik di Suriah terhadap hubungan mereka.
Setiap gambar menampilkan pasangan yang berbeda yang tidak bernama dan Dima hanya mengungkap sedikit informasi tentang orang-orang yang digambarnya.
"Proyek ini amat sulit, khususnya yang perempuannya meninggal," jelas Dima tentang gambar di bawah berikut.

Sumber gambar, Diwa Nachawi
Saya membayangkan bagaimana penampakan dari ilustrasinya namun pada saat bersamaan amat berat rasanya di hati saya."
"Sangat sulit untuk menggambarkan sesuatu dengan akhir yang tidak menyenangkan," tambahnya.
"Namun juga bersyukur karena saya memiliki kesempatan untuk menghadirkan kehidupan lain warga Suriah, bahwa mereka bertahan, mereka jatuh cinta, mereka bukan korban, mereka bisa bertindak, dan mereka punya perwakilan."
"Itulah yang ingin saya cerminkan lewat ilustrasi-ilustrasi saya."
Para warga dilaporkan berupaya menyelamatkan diri dari kawasan yang dikuasai pemberontak di Ghouta Timur pada saat situasinya disebut 'melebih kritis'.
Sejumlah bantuan sudah mencapai kawasan tersebut namun lembaga-lembaga kemanusiaan menyebut lebih banyak lagi bantuan yang diperlukan.
Lebih dari 700 orang tewas dalam waktu beberapa pekan belakangan dan banyak dari korban jiwa itu yang merupakan anak-anak.

Sumber gambar, Dima Nachawi
Dima adalah cara pandang kritis dari media internasional dalam memotret rakyat Suriah.
"Pada tataran manusia, kita adalah stereotip dari pengungsi dan korban," tuturnya.
"Saya lebih suka berbicara dengan orang (di Suriah) untuk melihat yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana mereka berupaya untuk hidup dan bertahan."

Sumber gambar, Dima Nachawi
Dima mengaku 'amat sulit' untuk mengamati konflik dari kejauhan.
"Setiap kali saya merasa tidak enak, saya berupaya melakukan sesuatu. Saya tahu bahwa saya punya pengikut dari seluruh dunia dan saya menyampaikan pesan, mengatakan kepada mereka semua tentang yang tidak mereka ketahui di Suriah."
"Saya mencoba melalui ilustrasi dan seni untuk melakukan sesuatu dan mungkin saya tidak bisa mengubah sedara besar-besaran namun saya tahu kalau gambar-gambar saya melestarikan sesuatu sebagai kenangan budaya, untk dilihat dan diketahui oleh generasi berikut," tambahnya.


Apa itu 100 Women?
BBC 100 Women menetapkan 100 perempuan yang berpengaruh dan menjadi sumber inspirasi di seluruh dunia setiap tahunnya. BBC mewawancarai mereka, menulis tentang kehidupan mereka, dan memberi perempuan lebih banyak tempat di dalam berita.
Tanggal 8 Maret, BBC 100 Women menurunkan kisah-kisah inspiratif dari para perempuan di Inggris dan di seluruh dunia.











