Tayang ulang di Netflix: mengapa Friends tampak 'ketinggalan zaman'?

Sumber gambar, Getty Images
- Penulis, Emma Saunders
- Peranan, BBC News
- Waktu membaca: 3 menit
Anda masih ingat dengan serial komedi situasi AS, Friends, yang pernah mendunia?
Kini kaum milenial dapat melihat ke masa lalu yang menampilkan gaya hidup para penghuni apartemen di kawasan Manhattan yang menjalin persohiban kental: Monica, Ross, Chandler, Joey, Rachel, dan Phoebe.
Hampir seperempat abad berlalu -uh... 25 tahun!- sejak tayangan ini dimulai dan para penggemar film dari generasi masa kini bisa menonton tayangan yang pernah mendunia untuk pertama kalinya di saluran Netflix.
Dan banyak dari mereka menganggapnya tidak menarik dan juga tidak memberikan rasa nyaman.
Sementara yang lainnya tidak merasa bisa menikmatinya ketika menonton untuk kedua kalinya walau pada masa jayanya dulu banyak yang menonton berulang-ulang dan bahkan hingga saat ini para pemujanya masih tetap bisa menikmati tayangan ulangnya.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 1
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 2
Penulis lepas James Baldock -yang mengulas fim Friends di koran Metro terbitan London, mengatakan kepada BBC News bahwa reaksi terhadap Friends yang seperti itu "tidak bisa dihindari".
"Orang-orang seusia saya cenderung menganggap Friends sebagai drama 'masa kini.' Sekarang sama dengan film nostalgia lainnya, katakanlah, film Miami Vice yang tayang 10 atau 15 tahun yang lalu."
Sementara penulis Rebecca Reid mengatakan kepada BBC Radio 5bahwa dia "kaget sekali bagaimana film itu menjadi buruk seiring dengan waktu".
"Homofobia di sana sangat mengguncangkan, puncak dari setiap lelucon dari tokoh Ross adalah bahwa mantan istrinya adalah seorang lesbian, seolah-olah itu adalah hal yang salah dan seakan sangat lucu bahwa ia seorang lesbian."

Sumber gambar, NBC
"Tayangan itu juga sarat dengan unsur seksisme (dan) ini adalah pertunjukan paling putih di seluruh dunia."
Tak ada yang lain selain kulit putih di seri itu walau Reid mengaku bahwa "dulu dia memang menyukainya".
"Saya rasa sangat berbahaya bila melihat karya yang sudah lama ditulis, dengan cara pandang kita sekarang."
Sementara yang lainnya kurang begitu mempedulikannya.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan, 3
Tayangan lain yang pernah membuat opini para penonton terbelah baru-baru ini adalah film berjudul Will & Grace.
Film yang memulai debutnya pada tahun 1996 ini berkisah tentang kehidupan seorang perempuan dan sahabat gay, yang merupakan terobosan pada masa ketika tokoh gay di TV masih sangat langka.
Tapi drama komedi situasi yang baru saja kembali ke layar televisi ini juga dikritik karena penggambaran stereotip.
"Masalahnya adalah bahwa banyak karya klasik yang mewujudkan nilai-nilai dan menerapkan stereotip yang tidak dapat ditoleransi lagi di masyarakat kita," tutur Baldock.
"Orang-orang menjadi tergelitik dengan hal ini sekarang, dan memang beralasan. Tapi itu bukan alasan untuk 'menyensor' program ini. Karya-karya itu adalah arsip sejarah yang menunjukkan seperti apa dunia pada zaman tertentu.

Sumber gambar, Getty Images
Ia menambahkan: "Homofobia, rasisme dan misogini tidak dan tidak pernah dapat diterima. (Tapi) jika (karya itu) berusia 20 tahun, mengapa Anda terkejut bahwa hal itu berbeda? Jika itu membuat Anda tidak nyaman, mengapa Anda menontonnya?"
Kritikus televisi di koran Daily Star, Mike Ward, juga sependapat, "Jika Anda mengkaji nilainya dan menerapkan nilai kepekaan era modern dan melihat sebagai produk tahun 2018, Anda akan terguncang."
"Kita harus dewasa dalam hal ini, kita harus melihat perspektif dan melihat konteks pembuatannya."
"Tidak apa-apa jika mengatakan bahwa ini tidak nyaman menurut standar sekarang, tapi jika Anda tidak berhati-hati, Anda melihat dunia dari perspektif sempit."
Ward mengatakan "kita sekarang berada dalam era yang sensitif" dengan komedi.
'Berbeda zaman'
"Film Friends sudah lama ditayangkan di Comedy Central (saluran TV kabel), ini bukan seperti seolah-olah ada orang baru menemukannya dan menayangkannya. Saya pikir film itu tidak menyebabkan masalah besar. Dan tokoh-tokohnya, pada umumnya kita menertawakan kekonyolan mereka. Mereka bukan dibuat sebagai panutan."
"Saya berpikir, 'Wow, saya menertawakannya karena ini rasis -ini sudah lama sekali, ini adalah soal zaman yang berbeda. Saya ingin berpikir bahwa kita cukup pintar untuk tidak harus ditamengi seolah-olah segala sesuatunya tidak pernah berbeda."
"Dan ada sedikit kepongahan menganggap bahwa kita begitu sempurna sekarang. Bukan berarti saya mendukung sikap lama, tapi saya menduga jika kita majukan 50 tahun ke masa depan, kita tampilkan orang zaman sekarang di TV masa itu, maka orang-orang bisa merasa jijik, sama seperti kita sekarang."










