Polisi selidiki kemungkinan keterkaitan 'bom Solo' dengan ISIS

Sumber gambar, EPA
Polisi masih menyelidiki kemungkinan keterkaitan bom bunuh diri di Mapolresta Solo dengan jaringan kelompok militan Negara Islam atau ISIS, kata pejabat penerangan Mabes Polri.
Tim kepolisian masih berupaya mengungkap identitas korban pelaku bom bunuh diri dengan menelusuri sepeda motor miliknya.
Dugaan keterlibatan kelompok militan Negara Islam atau ISIS diungkapkan oleh Kepala Badan Intelijen Negara, BIN, Sutiyoso.
- <paragraph> <link type="page"><caption> Ledakan bom bunuh diri di Mapolres Solo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160705_indonesia_solo_bom" platform="highweb"/></link></paragraph>
- <paragraph> <link type="page"><caption> Presiden perintahkan polisi ungkap jaringan bom bunuh diri Solo</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160705_indonesia_jokowi_bomsolo" platform="highweb"/></link></paragraph>

Sumber gambar, EPA
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan pihaknya sudah memiliki gambaran tentang jaringan di balik bom bunuh diri di Solo, tetapi masih dibutuhkan bukti-bukti lebh lanjut.
"Gambarannya sudah ada, tetapi memang harus kita pastikan siapa yang meninggal (pelaku bom bunuh diri) ini," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Selasa (05/07) di Jakarta sebelum meninjau lokasi ledakan di Solo, Jateng.
'Sangat mungkin ISIS'
Dugaan keterlibatan kelompok militan Negara Islam atau ISIS diungkapkan oleh Kepala Badan Intelijen Negara, BIN, Sutiyoso.
Dalam wawancara terpisah dengan sejumlah media televisi, Selasa (07/09), Sutiyoso mengatakan bom bunuh diri di Mapolresta Solo "sangat mungkin ISIS."
Di tempat terpisah, Kepala biro penerangan masyarakat humas Polri, Brigjen Agus Rianto mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terkait dugaan kemungkinan keterkaitan kelompok ISIS dalam kasus bom bunuh diri di Solo.

Sumber gambar, EPA
"Terkait kelompok mana atau jaringan mana, kita masih melakukan penelusuran," kata Agus Rianto dalam jumpa pers resmi di Mabes Polri, Selasa siang.
Kepolisian menurutnya juga masih menyelidiki apakah pelaku bom bunuh diri di Solo terkait dengan penangkapan sejumlah terduga teroris di Surabaya, Jawa Timur, awal Juni lalu.
- <paragraph> <link type="page"><caption> Tiga terduga teroris ditangkap Densus 88 di Surabaya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160608_indonesia_teroris_surabaya" platform="highweb"/></link></paragraph>
"Masih dilakukan pendalaman. Mudah-mudahan proses identifikasi semoga menemukan hasil, paling tidak dari kemungkinan dari kelompok mana dia terkait," jelas Agus Rianto.
Telusuri sepeda motor pelaku
Polisi sebelumnya menyebut tiga orang yang ditangkap di Surabaya terkait jaringan Negara Islam atau dulu disebut ISIS.
Sampai Selasa (05/07) siang, tim penyelidik polisi terus mencari barang bukti di sekitar lokasi bom bunuh diri serta menelusuri sepeda motor milik pelaku, kata Agus.
"Kita masih menelusuri sepeda motor yang digunakan pelaku saat kejadian tersebut," ujarnya.
Hasil penyelidikan sementara, lanjutnya, polisi telah menemukan beberapa material yang digunakan sebagai bahan peledak, seperti gotri.
"Kita juga temukan ada bekas-bekas mesiu akibat ledakan dan masih terus kita lakukan pendalaman," terang Agus.









