Persaingan ketat menuju kursi RI 1

Pilpres

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Capres Prabowo Subianto- Hatta Rajasa dan Joko Widodo - Jusuf Kalla di KPU

Pada 9 Juli nanti, warga Indonesia akan memilih presiden baru menggantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah menjabat selama dua periode sejak 2004 lalu.

KPU menetapkan 190.307.134 pemilih berhak memilih salah satu dari dua pasangan capres-cawapres.

Pasangan capres-cawapres <link type="page"><caption> Prabowo Subianto</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/2014/06/140626_lapsus_pilpres_profil_prabowo.shtml" platform="highweb"/></link> dan Hatta Rajasa akan bersaing dengan pasangan <link type="page"><caption> Joko Widodo </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/laporan_khusus/2014/06/140626_lapsus_pilpres_profil_jokowi.shtml" platform="highweb"/></link>dan Jusuf Kalla.

Kedua pasangan ini tampaknya akan bersaing dengan ketat, menyusul beberapa hasil survei terakhir yang menunjukkan elektabilitas Prabowo meningkat sedangkan Jokowi menurun.

Selisih suara mereka pun semakin tipis. Survei LIPI menyebutkan selisih perolehan suara kedua pasangan berkisar 9%, sementara Lingkaran Survei Indonesia menyebut 6%.

Bahkan survei LSN menyebutkan elektabilitas Prabowo unggul dari Joko Widodo, dengan angka 46.6% berbanding 39,9% . Persentase itu belum mencakup 13,5% responden yang belum menentukan pilihan.

Soal jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan, beberapa survei melansir angka berbeda. Survei LSI menyebutkan 32%, sementara LIPI mencatat 23%.

Tantangan capres

Lepas dari tantangan untuk meraih suara pemilih, para capres dituntut sigap saat menghadapi tantangan yang cukup besar di sektor ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan korupsi.

Laporan khusus ini akan membahas beragam tantangan yang dihadapi capres dalam jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.

Pilpres

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Petugas menunjukkan surat suara pilpres yang rusak

Menarik juga disimak laporan tentang suara etnis Tionghoa. Berdasarkan sensus Penduduk 2010 lalu, jumlah warga keturunan Cina di Indonesia mencapai sekitar 2,8 juta atau sekitar 1,2% dari total penduduk Indonesia.