
Barack Obama dalam kampanye di Las Vegas 24 Oktober menjelang pilpres tanggal 6 November.
Jajak pendapat BBC World Service menunjukkan dukungan terhadap Barack Obama agar terpilih lagi sebagai presiden Amerika Serikat meningkat di tujuh negara termasuk di Indonesia.
Survei terhadap 21.797 orang yang dilakukan antara awal Juli sampai September lalu di 21 negara menunjukkan Obama lebih disukai dibandingkan calon presiden dari Partai Republik Mitt Romney di 20 negara.
Secara keseluruhan, sekitar 50% responden ingin Obama terpilih kembali dan hanya 9% yang memilih Romney.
Dari 21 negara tempat dilakukan survei, Prancis adalah negara dengan penduduk yang paling banyak mendukung Obama sekitar 72%, diikuti oleh Australia, Kanada dan Nigeria.
Pakistan adalah satu-satunya negara dengan penduduk yang lebih cenderung memilih Romney, dengan dukungan 14%, sementara Obama hanya 11%.
Obama menghadapi persaingan lebih ketat dalam menghadapi Romney dibandingkan dengan empat tahun lalu.
Obama, Romney bersaing ketat

Jajak pendapat di AS menunjukkan Obama dan Romney bersaing ketat.
Namun dukungan terhadap Obama oleh masyarakat dunia tidak menurun dibandingkan 2008.
Hasil jajak pendapat - yang dilakukan oleh GlobeScan/PIPA untuk BBC World Service- menunjukkan dibandingkan empat tahun lalu, dukungan terhadap Obama meningkat di tujuh dari 15 negara yang disurvei.
Dukungan meningkat termasuk di Indonesia, India, Turki, Prancis, Brasil dan Inggris.
Namun dukungan terhadap Obama turun di empat negara termasuk di Kenya, Meksiko dan Cina.
Hasil jajak pendapat dunia ini bertolak belakang dengan yang terjadi di Amerika Serikat di mana jajak pendapat menunjukkan calon dari Partai Demokrat dan Republik ini bersaing ketat.
Direktur GlobeScan untuk Global Insights, Sam Mountford mengatakan, "Sementara pemilihan presiden di Amerika tampaknya akan berlangsung sangat ketat, opini global tampaknya mendukung kuat terpilihnya kembali Obama."
Sementara direktur PIPA, Steven Kull mengatakan, "Terpilihnya Obama tahun 2008 menyebabkan meningkatnya citra Amerika di dunia dan penduduk dunia tidak ingin ada perubahan (pemimpin Amerika) saat ini."






