
Romney terus kritisi kebijakan luar negeri Obama yang dinilainya terlalu lembut.
Kandidat Presiden AS dari Partai Republik, Mitt Romney mengkritik kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden Barack Obama khususnya kebijakan terhadap negara-negara di kawasan Timur Tengah.
Romney mengatakan AS perlu mengubah kebijakannya di kawasan itu.
Dalam pidato yang disampaikannya di Virginia pada hari Senin (08/10) Romney menyampaikan kecamannya terhadap Gedung Putih atas peristiwa serangan yang menewaskan Dubes AS di Libia beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu dia juga Iran harus diawasi khususnya dalam pelaksanaan rencana pengembangan nuklir mereka dan akan membantu kelompok pemberontak di Suriah.
Pandangan Romney tentang sejumlah kebijakan luar negeri AS ini tidak bisa dilepaskan dari upaya untuk mendongkrak popularitasnya menjelang pemilu Presiden AS yang akan berlangsung sebulan lagi.
Sejauh ini jajak pendapat menunjukan bahwa publik masih lebih menyukai kebijakan luar negeri Obama ketimbang pesaingnya, Romney.
Romney sendiri sebelumnya mendapat pujian dari banyak kalangan setelah dinilai tampil lebih bagus ketimbang Obama dalam debat tentang persoalan ekonomi yang mempertemukan dua calon presiden itu pada hari Rabu lalu.
Dalam pidato yang berlangsung di Virginia, Romney mengatakan dia ingin menwawarkan perspektif lebih luas tentang peristiwa tragis yang terjadi belakangan ini.
Romney juga mengatakan ingin berbagi pandangan untuk menciptakan dunia yang menurutnya lebih bebas, lebih penuh harapan dan lebih damai.
Bukan pertama
Dia mengkaitkan peristiwa yang terjadi di Benghazi, Libia dengan kebijakan luar negeri AS saat ini.
"Serangan terhadap Amerika bulan lalu tidak bisa dilihat sebagai suatu aksi serangan acak yang berlangsung begitu saja," kata Romney.
"Aksi itu merupakan ekspresi dari upaya perlawanan yang lebih besar yang terjadi di kawasan Timur Tengah- kawasan yang sekarang ini mengalami pergolakan cukup besar."
Dia mengatakan pemerintahan Obama terlalu memberikan simpati kepada pelaku serangan dalam kasus ini sebelum situasi sebenarnya terungkap.
Romney juga mengatakan aksi kekerasan di Libia tidak bisa semata dikaitkan dengan kemunculan video yang berisi penghinaan Islam semata meskipun pemerintah saat ini sebelumnya berupaya menyakinkan hal itu.
"Aksi itu merupakan ekspresi dari upaya perlawanan yang lebih besar yang terjadi di kawasan Timur Tengah- kawasan yang sekarang ini mengalami pergolakan cukup besar"
Mitt Romney
Pemerintahan Obama belakangan memang mengatakan aksi penyerangan yang menewaskan Duta Besar AS ini terkait dengan grup yang berafiliasi atau bersimpati terhadap al-Qaeda.
Ini bukan pertama kalinya Romney mengatakan kebijakan luar negeri Obama lemah.
Romney mengatakan AS kehilangan kesempatan bersejarah untuk bisa mendapatkan kawan baru yang bisa diajak bekerja sama di Timur Tengah.
Selain itu dia juga mengatakan ada kerinduan yang lama terhadap kepemimpinan Amerika di wilayah tersebut.
Kubu Obama sejauh ini tidak terlalu menanggapi secara serius kritikan Romney ini.
"Kami tidak akan bersedia dikuliahi oleh seseorang yang telah menjadi seperti bencana pada kebijakan luar negeri AS," kata Juru Bicara Tim Kampanye Obama, Jen Psaki






