Cukupkah uang pensiun?

- Penulis, Yusuf Arifin
- Peranan, BBC Indonesia
Salah satu yang menjadi kebingungan banyak pegawai negeri di Indonesia adalah menghitung pendapatan pensiunan mereka.
Para pegawai negeri yang sebelumnya bergaji besar sering kali terkejut dengan jumlah uang pensiun yang mereka yang terlalu sedikit. Pun mereka sering heran dengan rekan sejajar mereka di swasta yang mendapat uang pensiun lebih besar dari mereka.
''Persoalannya adalah uang pensiun itu dihitung berdasar gaji pokok seseorang. Nah pegawai negeri sering kali yang besar adalah tunjangannya,'' kata Hotbonar Sinaga, ketua Dewan Asuransi Indonesia.
''Sedang pegawai swasta gaji pokok merekalah yang besar dan kecil tunjangannya. Sehingga uang pensiun mereka besar.''
Hingga akhir hayat
Namun secara umum, jarang sekali kalangan swasta yang mempunyai dana pensiun.

Di Indonesia hanya pegawai negeri yang mendapat jaminan pensiun dari pemerintah sementara perusahaan swasta tidak wajib menyediakannya.
Karenanya hanya kalangan swasta yang berkesadaran tinggi yang biasanya membeli dana pensiun mereka sendiri. Sementara sisanya hanya menunggu uang pesangon di karir. Terutama sekali burus kelas bawah.
Tetapi bahkan untuk kalangan swasta kelas menengah ataspun dana pensiun sering tidak terpikirkan. Mentalitasnya adalah bekerja hingga akhir hayat.
Ambil contoh Soegiyanto, seorang pakar hukum kelautan pensiunan dari badan asuransi kemaritiman yang berpusat di Inggris. Ia mendapat pesangon yang lebih dari cukup ketika pensiun dua tahun yang lalu, tetapi itu tak mencegahnya untuk terus bekerja hingga sekarang.
Ia bahkan mengaku pendapatannya tidak jauh berbeda dengan ketika ia masih bekerja secara penuh dulu.
''Saya masih mengajar mengenai asuransi kemaritiman di berbagai tempat, menulis buku dan mempunyai usaha persewaan mobil.''

Berusaha untuk menambah biaya hidup bukan hanya dilakukan oleh bekas pegawai swasta.
Emy Marsiti dulunya adalah pegawai Pemda DKI. Dengan uang pensiun hampir dua juta perbulan, ia mengaku hidup pas-pasan di Jakarta dan harus benar-benar menghitung pembelanjaan.
Ia mencoba membuka toko helm dan kaca mata. Tetapi akhirnya tutup karena tidak mendatangkan keuntungan.
Bantuan
Uang pensiun yang kurang ini merupakan cerita umum. Emy Marsity bisa dikatakan cukup beruntung, uang pensiunannya tidaklah kecil sekali.
Tapi bagaimana dengan yang betul-betul tidak cukup?
Sebuah lembaga bernama Lembaga Persatuan Pensiunan akan sedikit-sedikit meringankan beban.
''Kami setiap bulan melakukan pemantauan dan pendataan akan anggota kami yang uang pensiuannya minim. Lalu kami bantulah sedikit-sedikit untuk meringankan,'' kata Priyanto, ketua Persatuan Pensiunan untuk wilayah Depok, Jawa Barat.
Bantuan bersifat materi bukanlah satu-satunya yang dikerjakan oleh Persatuan Pensiunan. Mereka juga menyelenggarakan kegiatan rokhani, kegiatan sosial maupun sekadar menggelar aktifitas bersama. Pendeknya santunan yang bersifat non material.









