Investasi listrik di Indonesia

Pembangkit listrik berbahan bakar batubara sangat menghemat biaya produksi PLN.
Salah satu contohnya adalah PLTU Labuan di Banten yang menghasilkan listrik dengan biaya tak sampai Rp300 per kilowatt/jam, jauh lebih rendah dari biaya rata-rata PLN yaitu Rp 1.200 per kilowatt/jam.
Harga jual listrik PLN rata-rata adalah Rp650 per kilowatt/jam, sekitar separuh dari biaya produksinya. Ini disebabkan sebagian besar pembangkit listrik di Indonesia menggunakan bahan bakar solar yang mahal.
Kerugian PLN ini ditutup oleh pemerintah dalam bentuk subsidi ditambah margin keuntungan tipis. Baru pada tahun 2009 ini, margin keuntungan yang lumayan yaitu sebesar lima persen.
"Dengan margin tersebut PLN bisa meminjam uang pada perbankan, menerbitkan obligasi yang memberikan kesempatan kepada PLN untuk melakukan investasi. Mulai 2009 ada titik terang," kata Direktur Utama PLN Fachmi Mochtar.
Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah Indonesia adalah secara bertahap mengurangi subsidi dengan cara meminta konsumen membayar listrik sesuai harga keekonomian.
Namun demikian ketua unit kerja presiden untuk pengawasan dan pengendalian pembangunan, Kuntoro Mangkusubroto, mengatakan kenaikan tarif dasar listrik tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
"Kalau ada kenaikan listrik itu tahun depan, dan bukan dalam waktu-waktu dekat di tahun depan," kata Kuntoro.
Pemerintah berpendapat kenaikan harga listrik harus dilakukan agar PLN bisa memperoleh pemasukan yang cukup untuk melakukan investasi maupun membeli listrik dari Independent Power Producers (IPP), sebelum dijual ke konsumen.
Banyak IPP yang menandatangangi kontrak untuk menjual listrik ke PLN dalam beberapa tahun terakhir, menuntut negosiasi harga ulang karena lonjakan biaya produksi dalam satu tahun terakhir.
Tanpa harga baru, IPP-IPP ini tidak akan melanjutkan proyeknya, yang berakibat PLN akan kekurangan listrik.
Fachmi Mochtar memaklumi keinginan ini, tetapi membutuhkan payung hukum dari pemerintah agar bisa melakukan negosiasi kontrak ulang.
Kuntoro Mangkusubroto mengatakan pemerintah bersedia memenuhi permintaan PLN ini.
Investor Swasta
Dia berpendapat iklim investasi listrik di Indonesia sekarang sudah menarik, terbukti dengan besarnya animo investor untuk membangun pembangkit listrik di Indonesia.
Akan tetapi Sofyan Wanandi yang mewakili asosiasi pengusaha Apindo berpendapat bahwa kalangan swasta masih enggan terjun di bisnis pembangkitan listrik.
"Pemerintah bilang swasta harus bertindak karena dia tak ada duit, tetapi kondisinya dia bikin seolah-olah dia masih gadis cantik, kita pikir kita bisa untung di tempat lain, tentu kita nggak masuk di sini," kata Sofyan.
Kuntoro Mangkusubroto mengakui bahwa pada akhirnya harga lah yang akan menentukan minat investor untuk terjuan di bisnis listrik.
"Ya semuanya berpulang kepada harga. Kalau ada kesepakatan, tidak ada masalah kan," kata Kuntoro.
PLN merencanakan akan membangun 50.000 MW pembangkit baru, ditambah jaingan transmisi spanjang beberapa ribu kilometer dan jaringan distribusi.
Untuk itu PLN membutuhkan anggaran Rp80 trilyun per tahun.
Menurut Fachmi Mochtar, angka-angka itu dibutuhkan untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 6% sampai 7%.









