Gorbachev membela kepemimpinannya

Mikhail Gorbachev
Keterangan gambar, Kebijakan Gorbachev yang memicu Revolusi 1989
    • Penulis, Brian Hanrahan
    • Peranan, BBC News

Mikhail Gorbachev, sebagai pemimpin terakhir Uni Soviet, dengan tenang mengatakan dia sebenarnya memperkirakan hasil yang berbeda dari perubahan 1989.

Namun dia tidak keberatan untuk mengulanginya lagi dengan hasil seperti yang sekarang ini.

Adalah kebijakan Gorbachev yang memicu Revolusi 1989, yang menyapu Komunisme dari Eropa Timur.

Dan dua tahun kemudian, Uni Soviet yang kemudian terpecah. Hal itu -bagi banyak warga Rusia- membuat kepemimpinan Gorbachev tetap menjadi perdebatan.

Sebelum wawancara saya mengharapkan akan bertemu dengan orang yang agak mengeluh karena diomelin oleh rekan senegaranya.

Namun ternyata saya bertemu dengan seorang pria berusia 78 tahun yang kalem dan yang memasuki ruangan tanpa dasi dan tanpa didampingi asisten serta mengajak bersalaman sebelum duduk untuk diwawancara.

Catatan kepemimpinan

Hanya saja begitu dia mulai, maka dia membela catatan kepemimpinannya dengan bersemangat.

Dia mencontreng, dengan kalimat yang cepat dan berapi-api, keuntungan yang dia bawa ke Rusia, yang menurutnya dinikmati hingga hari ini; kebebasan yang lebih besar dan penataan kembali hubungan Rusia dengan dunia internasional.

"Saya kira ’89 jelas merupakan perubahan untuk yang lebih baik, tidak diragukan lagi. Dulu kami tidak memiliki kebebasan yang diperlukan, khususnya kebebasan berbicara," katanya.

Salah satu perubahan yang paling spektakular adalah ambruknya Tembok Berlin, yang langsung disusul dengan proses reunifikasi.

Gorbachev menentang reunifikasi, juga –seperti diketahuinya- Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher dan Presiden Perancis, Francois Mitterand.

Dan dia menyadari bahwa para pemimpin Barat mengandalkan dia untuk menahan proses itu.

"Mereka berkeras reunifikasi sebaiknya tidak berjalan, bahwa proses itu harus dihentikan," tambahnya.

"Saya tanya mereka jika ada saran. Mereka hanya punya satu saran, bahwa orang lain yang harus menarik kacang dari pemanggangan."

Gorbachev mengatakan kedua pemimpin itu ingin agar dialah yang mencegahnya namun jangan sampai mengerahkan pasukan.

"Itu jelas tidak bertanggungjawab. Mereka salah."

"Mereka salah," ulangnya untuk menegaskan bahwa penentangan Thatcher dan Mitterand tidak tepat.

Tembok Berlin
Keterangan gambar, Runtuhnya Tembok Berlin mengarah pada reunifikasi Jerman

Dan dia merasa kecewa dengan para pemimpin Barat yang menurutnya mengambil keuntungan dari melemahnya Rusia pada masa 1990-an.

Nobel 1990

Wawancara berlangsung di kantor Yayasan Gorbachev, sebuah bangunan modern di pinggiran Moksow.

Kantor itu agak mirip dengan perpustakaan kepresidenan Amerika Serikat dengan arsip dari masa jabatannya serta bagian untuk para peneliti dan pajangan hadiah maupun penghargaan yang diterimanya: kepada orang yang membentuk kembali dunia.

Salah satunya adalah Nobel Perdamaian 1990.

Walau mendapat sejumlah pengakuan internasional, dia tidak dianggap dalam politik Rusia.

Dengan hati-hati dia memuji Vladimir Putin secara pribadi, sebagai pemimpin yang menstabilkan negara itu, namun mencatat sejumlah kekeliruan dalam cara pemerintahan di Rusia.

Dia meremehkan Rusia Bersatu –partai utama yang mendukung Putin- sebagai copy dari Partai Komunis di jaman Uni Soviet. Dan dia menegaskan Rusia memerlukan demokrasi yang lebih besar.

"Kami harus melakukan transformasi negara, kami perlu memodernisasi negara kami," tuturnya.

Dan hal itu, tambahnya, tidak bisa dicapai dengan tekanan maupun dengan mengeluarkan perintah.

"Hal itu hanya bisa dilakukan melakui demokrasi lewat penguatan lingkungan yang demokratis dan bebas dengan partisipasi rakyat.

Dalam pandangannya Rusia jelas harus melakukannya itu sendiri tanpa kuliah dari negara lain.

Kalau Putin kadang-kadang keras, kata Gorbachev, itu lebih merupakan gaya saja, termasuk kepemimpinan bersama antara Perdana Menteri Putin dan Presiden Dmitry Medvedev.

Bagaimanapun dia merasa terprovokasi dengan isyarat terbaru dari Putin untuk kembali ke kursi presiden tahun 2012, yang berarti Putin memerintah negara itu untuk 12 tahun lagi.

"Saya tidak suka perkataan ‘saya akan duduk dengan perdana menteri dan kami akan memutuskan," katanya tegas.

“Menurut saya hal itu sebaiknya diputuskan oleh pemilih, oleh rakyat dan saya tidak mendengar dia mengatakan rakyat. Saya kira itu tidak benar.”

Salah satu tuduhan atas kepemimpinan Gorbachev adalah dia mungkin terlalu cepat mendorong perubahan.

Namun saat wawancara dia memberi kesan bahwa perubahan itu tidak cukup cepat.