Jacob Blake: Pria yang 'ditembak tujuh kali' oleh polisi menyampaikan pesan dari ranjang rumah sakit: "perjalanan hidup masih panjang"

Screenshot of Jacob Blake in hospital

Sumber gambar, Twitter

Keterangan gambar, Jacob Blake berkata bahwa dia kesakitan terus-menerus

Jacob Blake, pria kulit hitam yang ditembak tujuh kali oleh seorang polisi kulit putih di negara bagian Wisconsin, AS, bulan lalu, mengatakan dalam sebuah video yang diunggah di internet bahwa dia terus-menerus merasa kesakitan.

Blake, yang menurut keluarga, kemungkinan sekarang lumpuh dari pinggang ke bawah, juga menyampaikan ucapan penuh harapan, dan mengatakan "perjalanan hidup masih panjang".

Pria berusia 29 tahun itu ditembak di punggungnya saat dia ditangkap polisi.

Kejadian tersebut kembali memicu protes antirasisme dan tindakan brutal aparat kepolisian di AS.

Aksi kekerasan pecah di sejumlah protes di Kenosha, kota tempat Blake ditembak, dan berujung pada dua orang tewas.

Investigasi atas penembakan Blake terus berlanjut.

Sementara itu, Blake hadir di pengadilan pada Jumat lalu dan mengaku tidak bersalah atas tuntutan pidana yang diajukan sebelum penembakan itu.

Apa yang dikatakan Blake?

Dalam sebuah video yang diunggah ke Twitter oleh pengacara keluarganya, Blake - yang masih di ranjang rumah sakit - berbicara tentang rasa sakit yang dideritanya.

"Sepanjang 24 jam sakit, tidak ada apa-apa selain nyeri. Sakit bernafas, sakit tidur, sakit berpindah-pindah, sakit ketika makan," ujarnya.

Keterangan video, Saudara perempuan Jacob Blake: 'Saya telah menyaksikan polisi membunuh orang-orang yang mirip saya selama bertahun-tahun'

"Hidupmu, dan bukan hanya hidupmu, kakimu, sesuatu yang kamu butuhkan untuk bergerak dan maju dalam hidup, bisa diambil darimu seperti ini," katanya, sambil menjentikkan jarinya.

"Tetap jaga kebersamaan, berupaya untuk berpenghasilan, buat segalanya lebih mudah bagi orang-orang kita di luar sana, karena banyak waktu yang sudah terbuang dengan percuma," tambahnya.

Bagaimana penembakan itu terjadi?

Seorang petugas polisi menembak Blake ketika berusaha menangkapnya saat Blake mencoba masuk ke dalam mobil tempat ketiga anaknya berada.

Blake tidak membawa senjata ketika dia ditembak, tetapi sebilah pisau kemudian ditemukan di dalam mobilnya oleh penyelidik.

Video penembakan itu, yang diunggah di internet, memicu serangkaian protes di Kenosha, dimana aksi kekerasan pecah di beberapa titik.

Dua pengunjuk rasa tewas di tengah penjarahan dan vandalisme yang meluas. Seorang anak berusia 17 tahun telah didakwa atas kematian tersebut.

Presiden AS Donald Trump dan calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden telah mengunjungi kota itu.

Biden berbicara melalui telepon dengan Blake dan bertemu dengan para kerabatnya. Dia telah meminta petugas yang menembak punggungnya untuk ditangkap.

Presiden Trump tidak menemui keluarga Blake, dan mengatakan alasannya adalah karena mereka menginginkan kehadiran tim pengacara.

Anda mungkin juga tertarik dengan:

Keterangan video, Myron Grant memulai terapi setelah peristiwa-peristiwa sepanjang tahun 2020 mulai memengaruhi kesehatan mentalnya