Polisi klaim gagalkan rencana JAD gelar bom bunuh diri di Yogyakarta dan Solo

jad

Sumber gambar, Antara/Dedhez Anggara

Keterangan gambar, Petugas kepolisian berjaga saat penggeledahan sebuah ruko yang dihuni terduga teroris di Indramayu, Jawa Barat, Minggu (13/10). Tim Densus 88 bersama Polres Indramayu berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari kediaman terduga teroris berinisial RF yang merupakan kelompok JAD Bekasi.

Kepolisian mengklaim telah menggagalkan rencana kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dalam menggelar aksi bom bunuh diri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan aksi tersebut direncanakan berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Solo, Jawa Tengah.

"Di Yogya sudah disiapkan suicide bomber ada dua orang, sudah kita amankan. Demikian juga yang di Solo, sudah disiapkan pengantin suicide bombernya," papar Dedi kepada wartawan, Selasa (15/10).

Meski demikian, Dedi menambahkan, Polri belum menemukan jejak serangan terorisme pada pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih di Jakarta, 20 Oktober mendatang.

"Aparat TNI dan Polri yang berjumlah 30.000 orang lebih siap mengamankan seluruh rangkaian prosesi pelantikan presiden dan wakil presiden," kata Dedi.

Dedi mengatakan JAD berencana melakukan serangan di beberapa tempat, termasuk Yogyakarta dan Solo, Jawa Tengah.

Dipaparkannya, JAD berencana menyasar tempat-tempat ibadah dan markas kepolisian di dua kota tersebut.

"JAD Yogya menyiapkan pelaku bom bunuh diri untuk melakukan aksi teror dengan sasaran Mako Polri dan tempat ibadah di Solo dan DIY," tandasnya.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror telah menangkap sebanyak 26 terduga teroris sejak Kamis 10 Oktober hingga Senin 14 Oktober 2019.

Dua orang dari total 26 terduga teroris merupakan pelaku penusukan Wiranto di Banten, yaitu SA alias AR dan FA.

Ada pula Bripda Nesti Ode Sami yang dinyatakan terafiliasi dengan kelompok JAD Bekasi.

Juru bicara Polri, Dedi Prasetyo, mengatakan Nesti telah dipecat karena terpengaruh paham radikal cukup dalam dan tengah dipersiapkan menjadi 'pengantin' untuk aksi bom bunuh diri.

"Dia (Nesti) dipersiapkan sebagai suicide bomber (pengebom bunuh diri)," ujar Dedi Prasetyo kepada wartawan seperti yang dilansir Antara.