Kasus Haringga Sirilia: Liga 1 dibekukan, akankah kekerasan suporter berakhir?

Sumber gambar, Antarafoto
- Penulis, Pijar Anugerah
- Peranan, BBC News Indonesia
Penghentian sementara Liga 1 Indonesia diharapkan dapat mengubah persepakbolaan Indonesia.
Keputusan yang dibuat PSSI menyusul pengeroyokan seorang suporter Persija sampai meninggal dunia ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki fenomena kerusuhan suporter yang sering terjadi, menurut pengamat hukum sepak bola Eko Noer Kristiyanto.
"Karena kan dari dulu enggak dapet momentumnya. Sekarang momentumnya dapat kan — videonya viral, masyarakat juga marah," kata Eko kepada BBC News Indonesia.
PSSI menyatakan bahwa Liga 1 dihentikan untuk waktu yang belum ditentukan pada Selasa malam (25/09). Penghentian sementara ini dimaksudkan sebagai rasa belasungkawa atas tewasnya Haringga Sirilia sebelum kick-off laga Persib melawan Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada hari Minggu lalu, kata Direktur Media PSSI Gatot Widagdo.
Gatot mengatakan, selama liga dihentikan sementara, PSSI akan melakukan konsolidasi dengan pihak-pihak terkait seperti klub, suporter, operator liga, dan pemerintah.
"Kita pun berupaya mengumpulkan fakta-fakta, bukti-bukti, kemudian dianalisis oleh komite disiplin kita. Kemudian nanti akan dilihat dari regulasi yang ada yaitu kode disiplin kita, mana aturan atau regulasi yang dilanggar," ungkap Gatot kepada BBC News Indonesia.

Sumber gambar, Antarafoto
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi secara resmi menghentikan Liga Indonesia selama dua pekan terhitung sejak Selasa (25/09).
Namun demikian, Gatot mengisyaratkan bahwa penundaan ini mungkin bisa berakhir lebih cepat.
"Kalau persoalan ini sudah selesai dalam waktu satu pekan, artinya kan kita sudah bisa mulai lagi itu. Makanya, harapan kita proses untuk penyelesaian masalah ini tidak terlalu lama," kata Gatot.
"Kita dari federasi yakin bahwa komite disiplin akan bersidang dalam waktu dekat, tiga atau lima hari ke depan, sehingga setelah sidang itulah nanti akan ada sebuah keputusan."
Apa langkah PSSI?
Dalam jumpa pers pada Selasa malam (25/09), Ketua PSSI Edy Rahmayadi menjabarkan enam langkah yang akan diambil PSSI setelah resmi menghentikan sementara Liga 1:
1. Komisi Disiplin PSSI akan melakukan investigasi terkait kasus kematian Haringga Sirilia
2. Membuat prosedur operasi standar (SOP) yang lebih jelas dalam rangka meredam dan menghentikan kegiatan-kegiatan merugikan
3. Melaporkan dan berkoordinasi dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terkait dengan penghentian kompetisi Liga 1
4. Melakukan koordinasi dengan pihak terkait, yakni Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Kemenpora, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)
5. Melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian untuk merumuskan bagaimana langkah terhadap penanganan kasus dan keamanan pertandingan
6. Melakukan konsolidasi dengan klub dan para suporter
Apakah ini keputusan tepat?
Pengamat hukum sepak bola Eko Noer Kristiyanto menilai penghentian sementara Liga 1 adalah keputusan tepat karena tewasnya Haringga Sirilia bisa dianggap sebagai kejadian luar biasa.
"Tepat. Ini kan kejadian yang terus berulang, jadi perlu ada manuver luar biasa dari PSSI dan pemerintah," kata Eko.

Sumber gambar, Antarafoto
Eko mengharapkan kejadian ini dapat mendorong para penyelenggara sepak bola di Indonesia membuat peraturan untuk menyikapi kekerasan suporter bola.
Ia memberi contoh Football Spectators Act yang diterapkan pemerintah Inggris di bawah pimpinan PM Margaret Thatcher untuk memberantas hooliganisme di negeri itu.
"Jadi kayak Liga Inggris enak sekarang main tanpa pagar pembatas dan lain-lain, itu kan bukan serta-merta. Itu kan mereka sudah mengalami hal yang menyakitkan juga ya, misalnya tragedi Heysel ketika 39 orang tewas," tutur Eko.
Apa dampaknya bagi pemain?
Akibat keputusan PSSI, enam pertandingan yang sudah dijadwalkan pada pekan ke-24 Liga 1 harus ditunda.
Salah satu tim yang batal bertanding adalah PSM Makassar, yang awalnya akan berhadapan dengan Mitra Kutai Kartanegara pada hari Jumat (28/09) mendatang.
Pemain sayap PSM Makassar, Zulham Zamrun, mengaku hari ini klubnya harusnya sudah terbang ke Kutai Kartanegara. Namun demikian, ia menerima keputusan PSSI "demi kebaikan sepak bola Indonesia."
"Saya menerima saja, karena dua minggu tidak terlalu lama. Jadi saya minta PSSI dan Badan Liga segera mengambil keputusan sanksi apa yang harus diberikan biar liga ini bisa berjalan lagi karena kalau terlalu lama pun enggak baik bagi kami pemain," ungkap Zulham kepada BBC News Indonesia lewat sambungan telepon.

Sumber gambar, Antarafoto
Sebelumnya, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) memutuskan untuk tidak bermain pada pekan ke-24 Liga 1. Dalam konferensi pers yang dihadiri wakil dari hampir semua klub Liga 1, Selasa (25/09), APPI juga mendesak para suporter untuk membuat nota damai.
"Sekarang waktunya kami pemain menuntut kepada mereka, bisa enggak mereka bikin nota damai untuk kelangsungan sepak bola di Indonesia. Kelangsungan sepak bola Indonesia bergantung kepada kesepakatan damai antara suporter," pengurus APPI Ponaryo Astaman, seperti dikutip Kompas.com.
Sementara itu pengamat sepak bola Eko Noer Kristiyanto menilai penghentian sementara ini tidak akan berdampak besar pada penyelenggaraan Liga 1.
"Ini kan bukan dibubarkan, tapi penghentian sementara saja. Berarti status quo tetap terjaga, dari mulai kerja sama dengan sponsor, dengan para investor ... itu semua dengan klien-klien tetap terjaga," ujarnya.
Bagaimana tanggapan suporter?
Ketua Viking Persib Club Heru Joko mendukung tindakan PSSI. "Saya setuju karena kita harus berduka. Sepak bola harusnya tidak ada korban," kata Heru kepada BBC News Indonesia.
Heru mengakui, Viking merasa bertanggung jawab secara moral atas peristiwa nahas yang menimpa Haringga Sirilia. Suporter Persija itu diduga tewas karena dikeroyok oknum Bobotoh — julukan bagi para pendukung Persib Bandung.

Sumber gambar, Antarafoto
Heru juga mengatakan bahwa para suporter Persib Bandung terus berusaha untuk memperbaiki citra mereka.
"Kita terus aja sosialisasi untuk ke arah yang lebih baik, edukasi-edukasi, sering (mengadakan) pertemuan antar distrik. Yang pasti kita akan terus berusaha."
"Kemarin jadi pembelajaran bahwa kita enggak boleh lengah. Jadi banyak lah yang harus kita kerjakan."











